Makna Komunikasi Pertunjukan Tari Gandai Pada Masyarakat Suku Pekal (Studi Kasus Desa Sibak. Kecamatan Ipuh. Kabupaten Mukomuko)
DOI:
https://doi.org/10.30829/komunikologi.v7i2.16282Kata Kunci:
Simbol, Pesan Nonverbal, Pertunjukan GandaiAbstrak
AbstrakTari gandai merupakan tari yang masih sering dipertunjukan di berbagai acara pada masyarakat Suku Pekal di Desa Sibak, akan tetapi kebanyakan masyarakat tidak mengetahui secara utuh makna yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna komunikasi pertunjukan tari gandai pada masyarakat Suku Pekal di Desa Sibak. Teknik pengumpulan data melalui, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian berjumlah lima orang yang diperoleh menggunakan teknik purposive samplin. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa simbol-simbol yang digunakan penari (anok gandai) saat pertunjukan tari gandai berupa gerakan. Pada tahap pembukaan peneliti mendapatkan satu makna, sedangkan pada tahap pertunjukan miliki lima gerakan yang memiliki makna, dan tahap penutupan terdapat satu gerakan memiliki makna. Selain itu terdapat juga makna pada busana yang dipakai penari (anok gandai), berupa selendang, kebaya, serta kain panjang dan sedangkan tempat pertunjukan sebagai penunjuk penggunaan tari gandai untuk acara apa. Pertunjukan tari gandai memiliki makna sebagai pedoman kehidupan dalam hubungan persaudaraan, perjalanan cinta, dan hubungan dalam rumah tangga. AbstractGandai dance is a dance that is still often performed at various events for the Pekal people in Sibak Village, but most people do not fully understand the meaning contained therein. This study aims to determine the meaning of communication in the gandai dance performance to the Pekal people in Sibak Village. Data collection techniques through interviews, observation, and documentation. There were five informants in the study who were obtained using a purposive sampling technique. The results of this study indicate that the symbols used by the dancers (anok gandai) during the gandai dance performance are in the form of movements. In the opening stage the researcher gets one meaning, while in the performance stage there are five movements that have meaning, and in the closing stage there is one movement that has meaning. Apart from that, there is also meaning in the clothes worn by the dancers (anok gandai), in the form of shawls, kebayas, and long cloths and while the place of the performance serves as an indication of the use of the gandai dance for what event. Gandai dance performances have meaning as a life guide in brotherly relationships, love journeys, and household relationships.Referensi
Akhmad, I. (2021). Analisis Nilai-Nilai pada Tari Saman. Jurnal Seni Makalangan, 8(1).
Heniwaty, Y. (2015). TARI SAMAN PADA MASYARAKAT ACEH: IDENTITAS DAN AKTUALISASI.
Kusumawati, T. I. (2019). Komunikasi verbal dan nonverbal. Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling, 6(2).
Muttaqin, H. (2016). Bentuk Penyajian dan Makna Simbol Tari Saman Gayo Lues di Sanggar Seni Seulaweuet (Doctoral dissertation, UIN Ar-Raniry Banda Aceh).
Rahman, A. (2023). Makna simbolik tarian dampeng pada upacara pernikahan masyarakat aceh singkil. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ilmu Sosial dan Politik [JIMSIPOL], 3(3), 236-243.
Saputra, H. (2019). MAKNA PESAN VERBAL DAN NON-VERBAL YANG TERKANDUNG DALAM TARI SAMAN (Suatu Penelitian Pada Group Tari Saman Gayo Sanggar Seni Seulaweut). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik, 4(4).
Saputra, Febry, E. & Nursyamsiah. (2020). Gandai Tarian Langit Yang Membumi di Tanah Pekal. Bengkulu: Zara Abadi.
Saputra, H. & Anisah, N. (2019). Makna Pesan Verbal Dan Nonverbal Yang Terkandung Dalam Tari Saman. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fisip Unsyiah,Vol 4 No.4.
Sidiq, Umar & Choiri, Miftahul. (2019). Metode Penelitian Kualitatif di Bidang Pendidikan. Ponorogo: Nata Karya.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sumaryono. (2017). Antropologi Tari Dalam Perspektif Indonesia. Yogyakarta: Media Kreativa.
Vera Nawiroh. (2015). Semiotika Dalam Riset Komunikasi. Bogor: Ghalia Indonesia.
Zawawi, A., & Had, A. (2021). Analisis Makna Bahasa dalam Prosesi Kesenian Jaran Jenggo Aswo Kaloko Joyo dalam Tradisi Khitanan. Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan, 15(2), 135-144
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Copyright Notice
COPYRIGHT
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.