Representasi Masyarakat pada “KOSTUM Komik” dalam Menyikapi Korban COVID-19

Authors

  • Muhamad Lutfi Habibi Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.30829/komunikologi.v4i1.7344

Keywords:

Representasi media, Komik strip, COVID-19

Abstract

Latar belakang masalah pada penelitian ini adalah bagaimana representasi masyarakat yang terdapat pada komik strip online “KOSTUM Komik” dalam menyikapi korban COVID-19. KOSTUM Komik dipilih atas argumentasi salah satu komik strip online yang cukup vokal dalam memberikan kritik sosial terkait isu-isu terhangat di Indonesia dan dengan jumlah followers terbanyak di media sosial. Unit analisis pada penelitian ini adalah komik strip yang bertema penolakan jenazah korban COVID-19 yang diunggah pada tanggal 15 April 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat direpresentasikan sebagai warga yang intoleran dan didominasi dari ormas agama berideologi konservatif. Kritik yang seharusnya dapat disampaikan KOSTUM Komik justru berubah menjadi alat pelanggengan stereotip yang cenderung menambah keruh suasana pandemi.

References

Buku:

Budiman, Kris. (2011). Semiotika Visual - Konsep, Isu, Dan Problem Ikonisotas. Yogyakarta: Jalasutra.

Eisner, Will. (1985). Comics and Sequential Art. Florida: Poorhouse Press.

Fiske, John. (1990). Introduction to Communication Studies. London: Routledge.

Hall, Stuart. (1997). Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. New York: SAGE Publications Ltd.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: RinekaCipta.

Maharsi, Indiria. (2011). Komik: Dunia Kreatif Tanpa Batas. Yogyakarta: Kata Buku.

McCloud, Scott. (1993). Understanding Comics: The Invisible Art. New York: HarperCollins Publisher.

Soekanto, Soerjono. (2006). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grapindo Persada.

Storey, John. (1996). Cultural Studies and the Study of Popular Cultures: Theories and Methods. Georgia: University of Georgia Press.

Tinarbuko, Sumbo. (2008). Semiotika Komunikasi Visual. Yogyakarta: Jalasutra.

Artikel Jurnal:

Nasrullah, Rulli, dan Novita Intan Sari. (2012). Komik Sebagai Media Dakwah : Analisis Semiotika Kepemimpinan Islam Dalam Komik ‘Si Bujang.' Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies, 6(1), 24-40.

Novriansyah, Yudhi. (2006). Kritik Sosial Dalam Komik Strip Pak Bei. Jurnal Ilmu Sosial, 5(2), 77-87.

Ramadhani, Nuritia, dan Riza Darma Putra. (2017). Komik Strip Sebagai Media Kritik Sosial : Studi Pada Akun Instagram @Komikin_ Ajah. CoverAge: Journal of Strategic Communication, 8(1), 26-38.

Rosalinda, Herliyana, Khikmah Susanti, dan Widya Nuriyanti. (2019). Nilai Nasionalisme Dalam Komik: Kajian Semiotika Komik Rengasdengklok. Jurnal Desain, 6(2), 89-98.

Internet:

Azanella, Luthfia Ayu. (2020). Penolakan Jenazah Pasien Covid-19, Mengapa Bisa Terjadi? Diakses 2 Mei 2020. https://www.kompas.com/tren/read/2020/04/13/110821765/penolakan-jenazah-pasien-covid-19-mengapa-bisa-terjadi.

Azizah, Kurnia. (2020). Saat Banyak Menolak Pasien Covid-19, Warga Di Mamuju Malah Beri Dukungan Dan Semangat. Diakses 5 Mei 2020. https://www.merdeka.com/trending/saat-banyak-menolak-pasien-covid-19-warga-di-mamuju-malah-beri-dukungan-dan-semangat.html.

Fadila, Rani Ummi. (2020). Guru Besar Beri Peringatan Bahwa Stres Saat Pandemi Virus Corona Bisa Turunkan Imunitas. Diakses 2 Mei 2020. https://www.pikiran-rakyat.com/gaya-hidup/pr-01361677/guru-besar-beri-peringatan-bahwa-stres-saat-pandemi-virus-corona-bisa-turunkan-imunitas.

JustOrdinaryMan. (2020). Coffin Dance / Dancing Pallbearers. Diakses 5 Mei 2020. https://knowyourmeme.com/memes/coffin-dance-dancing-pallbearers.

Widhana, Dieqy Hasbi. (2020). Kronologi Penolakan Jenazah Perawat Corona COVID-19 Di Semarang. Diakses 2 Mei 2020. https://tirto.id/kronologi-penolakan-jenazah-perawat-corona-covid-19-di-semarang-eMi6.

Downloads

Published

2020-06-17

Issue

Section

Articles