Pencegahan stunting dengan pengolahan daun kelor menjadi puding oleh mahasiswa KKN 136 UINSU di Desa Tanjung Mulia

Authors

  • Fathia Hanifah
  • Fina Safitri Nasution
  • Muhammad Arfie Munawar
  • Mutia Aliza
  • Namira Syaharani
  • Predy Ady Rey Ritonga
  • Syukriah Syukriah

DOI:

https://doi.org/10.30829/adzkia.v5i1.23721

Keywords:

Preventing Stunting, Moringa leaves

Abstract

Pencegahan stunting merupakan salah satu prioritas utama pembangunan nasional di Indonesia, dengan tujuan menurunkan prevalensi stunting menjadi 14% pada tahun 2024. Penelitian dengan metode Deskriptif Kuantitatif, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya ibu hamil dan ibu yang memiliki balita, mengenai manfaat daun kelor dalam mencegah stunting. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 16 ibu bayi balita. Penelitian pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa KKN 136 UINSU di Desa Tanjung Mulia meliputi edukasi langsung melalui penyebaran poster, diskusi, dan demonstrasi pembuatan puding daun kelor. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 93,75% peserta memahami pengolahan daun kelor, dan 87,5% peserta mengetahui takaran konsumsi yang tepat. Sebelum edukasi, 10 dari 16 ibu balita tidak mengetahui manfaat daun kelor, namun setelah kegiatan, 15 dari 16 peserta memahami cara pengolahan dan manfaatnya. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi yang baik untuk mencegah stunting pada anak.Stunting prevention is one of the national development priorities in Indonesia, with the aim of reducing the prevalence of stunting to 14% by 2024. Research using a Quantitative Descriptive method, this research aims to increase public knowledge, especially pregnant women and mothers with toddlers, regarding the benefits of Moringa leaves. in preventing stunting. The sample used in this research was 16 mothers of toddlers. Community service research carried out by KKN 136 UINSU students in Tanjung Mulia Village included direct education through distributing posters, discussions and presentations on making Moringa leaf pudding. The evaluation results showed that 93.75% of participants understood the processing of Moringa leaves, and 87.5% of participants knew the correct consumption dosage. Before the education, 10 out of 16 mothers of toddlers did not know the benefits of Moringa leaves, but after the activity, 15 out of 16 participants understood how to process it and its benefits. This activity is expected to increase public awareness about the importance of good nutrition to prevent stunting in children.

References

Dermawan, A., Mahanim, M., & Siregar, N. (2022). Upaya Percepatan Penurunan Stunting Di Kabupaten Asahan. Jurnal Bangun Abdimas, 1(2), 98-104. https://doi.org/10.56854/ba.v1i2.124

Nurlaili, H., & Pertiwi, N. F. A. (2024). Penguatan Peran Kader Dalam Upaya Percepatan Penurunan Angka Stunting Di Desa Sidoagung, Kebumen. GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 219-224. https://doi.org/10.36082/gemakes.v4i2.1628

Ode Nadziyran Urufia, W., & Yaumil Bay Thaifur, A. R. (2024). Edukasi Pencegahan Stunting Melalui Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa oleifera) di SD Negeri 2 Nganganaumala Stunting Prevention Education Through the Utilization of Moringa oleifera Leaf at Nganganaumala 2 Elementary School C O R R E S P O N D I N G A U T H O R. Jurnal Kolaboratif Sains, 7(2), 1029-1040. https://doi.org/10.56338/jks.v1i1.483

Sriyanah, N., Syaiful, Efendi, S., Harmawati, Malik, M. Z., & Wijaya, I. K. (2022). Edukasi Pemanfaatan Daun Kelor Dalam Pencegahan Stunting Di Desa Alarrae Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros. Psnpkm, 2(April), 24-27.

Werdaningtyas, R. (2024). Pengaruh edukasi gizi seimbang dan pemanfaatan daun kelor sebagai pencegahan stunting. Kesehatan Tambusai, 5(2), 5138-5147. https://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/manuju/article/view/3231

Downloads

Published

2024-12-24