- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
PROGRAM SPIRITUAL UNTUK KESEHATAN MENTAL KELAS 12 SMAIT AS-SYIFA BS WANAREJA DALAM MENGHADAPI MASUK PERGURUAN TINGGI
DOI:
https://doi.org/10.30829/al-irsyad.v15i2.22592Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran program spiritual dalam menjaga kesehatan mental siswa kelas XII SMAIT As-Syifa BS Wanareja dalam menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi. Siswa pada tahap ini berada dalam tekanan akademik dan psikologis yang tinggi, sehingga diperlukan strategi pendampingan yang holistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam kepada siswa, pembina, dan guru yang terlibat dalam pelaksanaan program spiritual. Data yang diperoleh dianalisis secara tematik untuk menemukan pola makna terhadap pengalaman spiritual siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program spiritual yang meliputi shalat dhuha berjamaah, tilawah dan tadabbur Al-Qur'an, dzikir dan doa rutin, kajian keislaman, mentoring ruhiyah, serta doa bersama menjelang pembelajaran memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental siswa. Temuan utama meliputi: (1) berkurangnya kecemasan dan ketakutan gagal, (2) meningkatnya stabilitas emosional, (3) tumbuhnya rasa percaya diri dan tawakal, (4) terbentuknya makna hidup dalam memandang perjuangan akademik, serta (5) kuatnya dukungan sosial spiritual dari pembina dan komunitas sekolah. Program spiritual tidak hanya dipahami sebagai ritual ibadah, tetapi juga sebagai strategi coping yang efektif dalam membantu siswa mengelola stres, tekanan akademik, dan ketidakpastian masa depan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa spiritualitas berperan signifikan sebagai fondasi kesehatan mental siswa. Oleh karena itu, integrasi program spiritual dalam lingkungan sekolah berbasis Islam sangat relevan untuk dipertahankan dan dikembangkan sebagai bentuk dukungan psikososial bagi siswa yang sedang berada pada fase transisi menuju perguruan tinggi.References
Ano, G. G., & Vasconcelles, E. B. (2005). Religious coping and psychological adjustment: A meta-analysis. Journal of Clinical Psychology, 61(4), 461-480.
Ancok, Djamaludin dan Fuat Nashori S. 2011. Psikologi Islami: Solusi Islam Atas Problem-Problem Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Baharuddin. 2005. Aktualisasi Psikologi Islami. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Bastaman, Hanna Djumhana. 2011. Integrasi Psikologi dengan Islam Menuju Psikologi Islami. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Corey, Gerald. 2010. Teori dan Praktek Konseling Psikoterapi. Bandung: Refika Aditama.
Drajat, Zakiah. 1985. Kesehatan Mental. Jakarta: PT Gunung Agung.
Frankl, V. E. (2006). Man's Search for Meaning. Boston: Beacon Press.
El Hammad, Azzam. 2008. Kesehatan Mental Orang Dewasa. Jakarta: Restu Agung.
Mujib, Abdul dan Jusuf Muzakir. 2001. Nuansa-Nuansa Psikologi Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Koenig, H. G. (2012). Religion, spirituality, and health: The research and clinical implications. ISRN Psychiatry, 2012, 1-33.
Pargament, K. I. (2007). Spiritually Integrated Psychotherapy: Understanding and Addressing the Sacred. New York: Guilford Press.
Pargament, K. I. (2011). Religion and Coping: The Current State of Knowledge. New York: Oxford University Press.
Suldo, S., Shaunessy, E., Michalowski, J., & Shaffer, E. (2014). Coping strategies of high-achieving students. Journal of Advanced Academics, 19(1), 82-114.
Yonker, J. E., Schnabelrauch, C. A., & DeHaan, L. G. (2012). The relationship between spirituality and religiosity on psychological outcomes in adolescents and emerging adults. Journal of Adolescence, 35(2), 299-314.
Wong, Y. J., Rew, L., & Slaikeu, K. D. (2006). A systematic review of recent research on adolescent religiosity/spirituality and mental health. Issues in Mental Health Nursing, 27, 161-183.
Yusuf, Syamsu. 2016. Konseling Individual, Konsep Dasar dan Pendekatan. Bandung: Refika Aditama.
Yusuf, Syamsu. 2019. Bimbingan dan Konseling, Suatu Pendekatan Komprehensif. Bandung: Refika Aditama.
Yusuf, Syamsu. 2011. Mental Hygiene, Terapi Psikospiritual untuk Hidup Sehat Berkualitas. Bandung: Maestro.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms: