- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PERILAKU CYBERBULLYING PADA SISWA MTsN
DOI:
https://doi.org/10.30829/al-irsyad.v16i1.28072Abstract
Cyberbullying merupakan perbuatan menyakiti seseorang yang dilakukan secara sengaja dengan cara mengirimkan bahan yang berbahaya dan disebarluaskan melalui media sosial, email atau media komunikasi lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan perilaku cyberbullying pada siswa MTsN 6 Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Responden pada penelitian ini berjumlah 266 siswa dengan rician: 149 siswa kelas VII dan 117 siswa kelas IX MTs N 6 Padang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Stratified random sampling dengan jumlah 266 siswa. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis product moment corellation. Hasil penelitian menunjukan bahwa kecerdasan emosional siswa MTs N 6 Padang berada pada kategori tinggidan perilaku cyberbullying berada pada kategori rendah. Kemudian ditemukan hubungan negatif yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan perilaku cyberbullying, di mana semakin tinggi kecerdasan emosional maka semakin rendah cyberbullying. Implikasi penelitian ini dapat menjadi acuan bagi guru bimbingan dan konseling dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling, khususnya layanan informasi, dan bimbingan kelompok, yang berfokus pada pengembangan kecerdasan emosional siswa untuk mencegah terjadinya cyberbullying serta memberikan pemahaman kepada siswa tentang etika digital, menumbuhkan empati dan pengendalian emosi.References
Aksenta, A., Irmawati, I., Ridwan, A., Hayati, N., Sepriano, S., Herlinah, H., Silalah, A. T., Pipin, S. J., Abdurrohim, I., & Boari, Y. (2023). LITERASI DIGITAL: Pengetahuan & Transformasi Terkini Teknologi Digital Era Industri 4.0 dan Sociaty 5.0. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Aprilia, N., Dewi, K., Muryani, S., Bila, S., & Widyantoro, W. (2025). Hubungan Kecerdasan Emosional dengan perilaku Cyberbullying siswa kelas VIII SMP 17 Tegal. 2, 53-59.
Aqib, Z. (2012). Ikhtisar bimbingan dan konseling di sekolah. Bandung: Yrama Widya.
Brackett, M. A., Rivers, S. E., & Salovey, P. (2011). Emotional intelligence: Implications for personal, social, academic, and workplace success. Social and Personality Psychology Compass, 5(1), 88-103.
Budi, Setya Anang, N. eko. (2022). pengaruh kecerdasan emosi dan kontrol diri terhadap cyberbullying pada siswa MTs Ma'arif temanggung. Focus, 3(1), 59-63.
Fansury, A. H., Rahman, M. A., & Jabu, B. (2021). Developing mobile English application as teaching media: Pengembangan aplikasi bahasa Inggris sebagai media pembelajaran. Deepublish.
Firman, F., Karneli, Y., & Hariko, R. (2018). Improving students' moral logical thinking and preventing violent acts through group counseling in senior high schools. Advanced Science Letters, 24(1), 24-26.
Fradinata, S. A., & Karneli, Y. (2024). E-module cognitive behavior modification with restructuring techniques to reduce cyberbullying behavior. Bisma The Journal of Counseling, 8(2), 218-224.
Goleman, D. (2001). Emotional intelligence: Issues in paradigm building. The Emotionally Intelligent Workplace, 13, 26.
Goleman, D. (2009). Emotional intelligence. Why it can matter more than IQ. In London (Vol. 24, Issue 6). London: Bloomsbury Publishing.
Guerra-Bustamante, J., Yuste-Tosina, R., López-Ramos, V. M., & Mendo-Lázaro, S. (2021). The modelling effect of emotional competence on cyberbullying profiles. Anales de Psicologia, 37(2), 202-209. https://doi.org/10.6018/analesps.338071
Hakim, A. N., & Yulia, L. (2024). Dampak teknologi digital terhadap pendidikan saat ini. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 3(1), 145-163.
Handayani, P. G., Taufik, T., Putra, F. W., Fadli, R. P., Suri, G. D., Sari, A. K., Febriani, R. D., Zola, N., Hasan, I., & Syahril, P. W. (2025). Pelatihan Expressive Art Counseling untuk Meningkatkan Keprofesionalan Guru Bimbingan dan Konseling. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi Dan Perubahan, 5(6).
Hariko, R. (2018). Are high school students motivated to attend counseling. COUNS-EDU: The International Journal of Counseling and Education, 3(1), 14-21.
Hariko, R. (2020). Pengembangan model bimbingan kelompok agentik untuk meningkatkan perilaku prososial siswa sekolah menengah pertama. Universitas Negeri Malang.
Khairunnisa, R., & Alfaruqy, M. Z. (2022). Hubungan antara kecerdasan emosional dengan cyberbullying di media sosial twitter pada siswa SMAN 26 Jakarta. Jurnal Empati, 11(4), 260-268.
Mcvean, M. (2017). Physical, Verbal, Relational and Cyber-Bullying andVictimization: Examining the Social and EmotionalAdjustment of Participants. University of South Florida, USA.
Musakif, R., Verolyna, D., & Kurnia Syaputri, I. (2024). Perilaku Cyberbullying Terhadap Public Figure Di Sosial Media (Studi Kasus Pada Akun Gosip Media Sosial Instagram Lambe Turah). Institut Agama Islam Negeri Curup.
Oki, S. S., Syukur, Y., & Sukma, D. (2016). Peningkatan motivasi belajar anak asuh melalui layanan bimbingan kelompok di panti asuhan al-falah padang. Konselor, 2(4), 193-198.
Paat, L. N. (2020). Kajian Hukum Terhadap Cyber Bullying Berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016. Lex Crimen, 9(1).
Prayitno & Amti, E. (2015). Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.
Prayitno & Amti Erman. (2004). Dasar-dasar Bimbingan dan konseling. In jakarta: rineka cipta.
Saputra, A. M., & Fadillah, M. B. (2024). Studi Metaanalisis : Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dan Kecenderungan Perilaku Cyberbullying. 8(3), 383-396.
Sari, N., Munfarida, A., & Andrasari, M. F. (2024). Dampak Media Sosial terhadap Gaya Hidup dan Identitas Budaya Generasi Muda. DINASTI: Jurnal Sosial Dan Budaya, 1(01), 36-44.
Soma, Y. M., & Karneli, Y. (2020). Penerapan teknik art therapy untuk mengurangi kecemasan sosial terhadap korban cyberbullying. SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling, 5(2), 67.
Sting, N. (2019). The Relationship Between Emotional Intelligence and Cyberbullying Behavior in Adolescents in Salatiga. Psikologia : Jurnal Psikologi, 4(1), 1-15. https://doi.org/10.21070/psikologia.v4i1.996
Syukur, Y., & Zahri, T. N. (2019). bimbingan dan konseling di Sekolah. IRDH Book Publisher.
Willard, N. E. (2007). Cyberbullying and cyberthreats: Responding to the challenge of online social aggression, threats, and distress. Illions: Research press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms: