Al-Dakhil Al-Naqli Kisah Nabi Adam AS. dalam QS. Al-Baqarah[2]: 30, 31 dan 32 Perspektif Abu Abdullah Muhammad Ibn Ahmad al- Qurtubi
DOI:
https://doi.org/10.30821/al-i'jaz.v10i2.23535Abstract
AbstrakTafsir Al-Quran terbagi menjadi dua bentuk penafsiran, yaitu penafsiran yang dapat diterima (baik) dan penafsiran yang ditolak (cacat). Dalam kajian tafsir, penafsiran yang diterima sering disebut dengan ashil, dan penafsiran yang ditolak disebut dengan dakhil. Ada dua jenis dakhil (penafsiran yang ditolak), yaitu dakhil al-naqli (penolakan dari aspek sejarah) dan dakhil al-ra'yi (penolakan dari aspek pemikiran). Penelitian ini bertujuan untuk melihat bentuk-bentuk dakhil al-naqli dalam kitab tafsir karya Abu Abdullah Muhammad Ibnu Ahmad al-Qurtubi yang diberi nama al-Jami' Li Ahkami al-Qur'an dalam ayat-ayat Al-Qur'an. yang menjelaskan kisah Nabi Adam A.S. Penelitian ini menggunakan metode sumber deskriptif analitis, jenis penelitian ini merupakan bagian dari penelitian kepustakaan. Sumber primer adalah kitab tafsir al-Jami' Li Ahkami al-Qur'an karya Abu Abdullah Muhammad Ibnu Ahmad al-Qurtubi dan sumber sekunder adalah jurnal, kitab klasik, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian ini. Penulis menemukan bentuk-bentuk dakhil al-naqli yaitu: dakhil al-naqli yang pertama terdapat pada tafsir QS al-Baqarah: 30; Dakhil al-aqli yang ketiga terdapat pada QS al-Baqarah ayat 36; Dakhil al-naqli yang keempat terdapat pada QS al-Baqarah ayat 35, surat al-Kahfi ayat 50; Bentuk dakhil al-naqli yang keenam, terdapat pada QS al-Baqarah ayat 31; Bentuk ketujuh dakhil al-naqli, ditemukan dalam QS al-Hijr ayat 26Kata Kunci : Dakhil, tafsir, al-QurthubiReferences
al-razi. (1999). mafatih al-ghaib. beirut: Dar al-Turats al-‘Arobi.
al-qoththon, m. k. (2013). Mabahị ts fi ‘Ulūm al-Qur'an. jakarta: pustaka al-kautsar.
ad-dzahabi. (n.d.). Al-Tafsir wa al-Mufassirun.
syu'aib, i. (2008). Metodologi Kritik Tafsir (al-Dakhil fi al-Tafsir). bandung: uin sgb bandung.
hanafi. (1983). Segi-segi Kesusasteraan pada Kisah-kisah Al-Qur'an . jakarta : pustaka husna.
hamzah. (2003). Studi Al-Qur'an Komprehensif . yogyakarta: gama media.
sholeh, m. j. (2018). "Tafsir al-Qurthubi: Metodologi, Kelebihan, dan Kekurangan". . refrektika, 60.
al-quran. (2016). al-hufaz. bandung: cordoba.
al-qurtubi. (2006). Al-Jami' Li Ahkam Al-Qur'an. beirut: al-risalah.
muhammad, a. '. (n.d.). al-Jami' al-Mukhtasor Min al-Sunnani An Rasulillah SAW. kairo: baitu al-afkar al-dauliyah.
jamaluddin. (1992). Tahdzib al-Kamal. beirut: muassasah al-risalah.
katsir, a. a.-f. (1999). Tafsir al-Qur'an al-Adhim. dar thayyibah linnasrysr wattuzi.
ath-thabari. (2009). Jami' al-Bayan Fi Tawil al-Qur'an . beirut: muassasah al-risalah.
al-quran. (2011). mushaf nur al-quran. bandung: insan kamil.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).