MENGENAL ISRAILIYAT DALAM TAFSIR AL-KHAZIN
DOI:
https://doi.org/10.30821/al-i'jaz.v6i2.8959Abstract
ABSTRAKKisah-kisah israiliyat seringkali digunakan untuk menjelaskan tentang suatu hal yang menyangkut masa lalu sebelum diutusnya Rasulullah SAW. Isra'iliyat adalah cerita atau kisah yang bersumber dari Yahudi dan Nasrani, seringkali riwayat ini dijelaskan dalam kitab-kitab tafsir klasik, sehingga ada yang membolehkan periwayatannya dan yang melarang untuk diriwayatkan karena tidak sesuai dengan fungsi dari Al-qur'an. penafsiran yang tidak mempunyai dasar sama sekali baik berupa hadis- hadis dhaif dan maudu', ta'wil yang bathil maupun hayalan-hayalan penafsir masa kini yang disusupkan masuk ke dalam tafsir. Al-khazin mengungkap dalam tafsirnya Lubab al-Ta'wil fi Ma'ani al-Tanzil banyak riwayat israiliyat, yang telah mengandung kritik tajam karena kurang kritisnya dalam menukil riwayat israiliyat, juga karena Al-kazin seringkali tidak menyebutkan dari mana sumbernya, bahkan sering kali pula tidak mengemukakan komentar ataupun ulasan terhadap informasi cerita-cerita Israiliyyat yang jelas-jelas bertentangan dengan rasio. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sejumlah riwayat yang dipaparkan oleh Al-khazin tersebut dalam tafsirnya terdapat riwayat- riwayat isra'iliyat sebagai salah satu sumber penafsiran yang ia gunakan, baik yang sejalan dengan kesucian agama Islam atau yang tidak sejalan dengan kesucian agama Islam maupun yang mauquf. Fast traslate Icon translate Fast traslate Icon translateReferences
‘Abd al-Rahman, Khalid Al-„Ak, Ushul al-Tafsir wa Qawa'iduh Cet. II; Beirut: Dar al-Nafa‟is,1406 H/ 1986 M.
‘Alâu al-Dîn Alî ibn Muhammad ibn Ibrahim al-Baghdâdî, Tafsîr al-Khâzin al-Musammâ bi Lubâbu al-Ta'wîl fî Ma'âni Tanzîl, (Dâr al-Fikr, tt).
Ahmad Khozin "Analisa Kritis Terhadap Surah al-Fil dalam Tafsir al-Khazin" (Skripsi S1 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Fakultas Ushuluddin, 2011)
Al-Farmawi, Abdl al-Hayy , al-Bidayah fi al-Tafsir al-maudhu'i kairo: Dar al-kutub al-„Arabiyah, 1976.
Al-Qaththan, Manna‟, Mabahits fi ‘Ulum al-Qur'an Terjemah, Pustaka al-Kautsar: Jakarta Timur, 2008.
Baidan, Nasruddin, Wawasan Baru Ilmu Tafsir Cet. I; Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005.
Goldziher, Ignaz. Madzhab al-Tafsir al-Islami Terjemah,Yogyakarta: eLSAQ Press,2010.
M. Quraish Shihab, Membumikan al-Qur'an, Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, (Bandung: Mizan Pustaka, 2013)
Muhammad Husain al-Dzahabî, Al-Ittijâh al-Munharifah fî tafsîr al-Qur'ân al-Karîm. Dawâfi'uha wa Daf'uhâ, (Kuwait: Dar al-I'tishom, 1978)
Muhammad Husain al-Dzahabî, al-Tafsîr wa al-Mufassirûn, (Dâr al-Hadîs, Kairo, 2005),
Muhammad Husain Al-Zahabi, al-Tafsir wa al-Mufassirun Juz I (Cet. VI: Kairo: Maktabah Wahbah, 1995)
Salim, Abd Muin, Mardan,dan Achmad Abu Bakar, Metodologi Penelitian tafsir Maudhu'i Cet. I; Makassar: Pustaka Arif, 2010 M.
Suryadilaga, M. Alfatih, Metodologi Ilmu Tafsir, Yogyakarta: Teras, 2010.
Yusuf, Kadar M., Studi al-Qur'an Cet. I; Jakarta: Amzah, 2010.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).