EKSISTENSI METODE TAFSIR TAHLILI DALAM PENAFSIRAN ALQUR'AN
DOI:
https://doi.org/10.30821/al-i'jaz.v7i1.9775Abstract
Abstrak Alquran adalah kitab Allah yang tidak diragukan isinya dari pemalsuan atau perubahan yang mungkin dilakukan oleh orang-orang jahil yang tidak bertanggung-jawab, karena Allah sendirilah yang senantiasa menjaga kemurnian dan kesuciannya. Sementara Tafsir sangat diperlukan karena setiap orang mengemukakan pikiran dengan cara menyampaikan serangkaian kalimat yang kadang-kadang tidak dapat dimengerti maksud dan tujuannya dengan jelas tanpa disusul dengan kalimat-kalimat yang bersifat menjelaskan. Penafsiran al-Qur'an berperan untuk membantu manusia menangkap rahasia-rahasia Allah s.w.t dan alam semesta, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.Al-Qur'an bagaikan lautan yang keajaiban-keajaibannya tidak pernah habis dan kecintaan kepadanya tidak pernah lapuk dari zaman, adalah sesuatu yang dapat dipahami jika terdapat ragam metode untuk menafsirkannya. Kitab-kitab tafsir yang ada sekarang merupakan indikasi kuat yang memperlihatkan perhatian para ulama untuk menjelaskan ungkapan-ungkapan Al-Qur'an dan menerjemah misi-misinya. Studi atas hasil karya penafsiran para ulama sekarang ini, secara umum, menunjukkan bahwa mereka menggunakan metode-metode penafsiran yang diantaranya adalah metode tahlili, ijmali, muqaran, dan metode maudhu'i. Sementara metode tafsir tahlili merupakan metode yang paling mampu menjelaskan isi Al-Quran secara terperinci, mengingat pentingnya metode ini untuk diketahui dan dipelajari oleh siapa saja yang hendak menafsirkan Al-Qur'an.Kata Kunci : Al-Qur'an. Tafsir, Tafsir Tahlili.References
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Agama R.I, Al-Qur'an dan Terjemahnya (Cet. edisi 2002; Semarang: PT Karya Toha Putra, 2002)
Ibrahim Mustafa wa Asdiqauhu, al-Mu'jam al-Wasit (Cet. IV; Mesir: Maktabah al-Syuruq al-Dauliyah, 2004)
Ibnu Manzur, Lisan al-‘Arab (al-Qahirah: Dar al-Ma'arif t.th)
Ahmad, Syadali, Ahmad Rafi'i. Ulumul Quran . (Bandung : CV. Pustaka Setia, 1997)
‘Abd Hayy al-Farmawi, Al-Bidayah fi al-Tafsir al-Maudhu'I,(Mathba'at al-Hadharat al-‘Arabiyah, 1977)
Muhammad Baqir al-Shadr, Pendekatan Tematik Terhadap Tafsir Al-Qur'an, (Jurnal Ulumul Qur'an, Vol. I, 1990)
M.Quraish Shihab dkk, Sejarah & Ulumul Qur'an (Jakarta: Pustaka Firdaus, 2000)
Manna' Khalil al-Qattan, Mabahits fi ‘Ulumil Qur'an; (Mansyurat al-‘Asr al-Hadits, 1973)
Muhammad Shalih Al-Utsaimin, Sejarah Pengantar Ilmu Tafsir Ibnu Taimiyah, Penerj. Sholihin, (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2014)
M. Hasbi Ash Shiddieqy. Sedjarah dan Pengantar Ilmu al-Quran/Tafsir. (Jakarta: Bulan Bintang, 1972)
Muhammad Quraish Shihab, Membumikan Al-Qur'an, (Bandung: Mizan, 2001)
Muhammad ‘Ali Ash Shobuni, Al-Tibyan fi ‘Ulum al-Qur'an, Terj. Muhammad Qadirun Nur, Ikhtisar Ulumul Qur'an Praktis, (Jakarta: Pustaka Amani, 1988)
Abd. al-Hayyi al-Farmawi, Metode Tafsir Mawdhu'iy: Suatu Pengantar, alih bahasa Suryana Jamrah, (Jakarta: Rajawali Press, 1977)
Nashruddin Baidan, Metode Penafsiran al-Qur'an; kajian Kritis Terhadap Ayat-ayat Yang Beredaksi Mirip, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2002)
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).