KURIKULUM DAN SISTEM PEMBELAJARAN PONDOK PESANTREN SALAFI DI KECAMATAN KRESEK KABUPATEN TANGERANG PROVINSI BANTEN
DOI:
https://doi.org/10.30829/jai.v6i1.1264Abstract
Abstract: The study aims to determine the curriculum and learning systems applied in the boarding schooldistricts salafi Grantham Tangerang district, the historical approach. This type of research is qualitativemethod. Data collected through observation, interviews, and document research, data analysis done bycompiling, linking, reduce, presentation of and concluded. Testing the validity of the data include: confidence(credibility), keteralihan (tranferability), dependence (defendability), and certainty (komfirmability). The findingsindicate that the boarding school salafi excl. Crackle consists of two types, namely special and mix. Hercurriculum consists of curricular and extra-curricular. Special salafi intrakurikuler vocational teaching material.While the mixture salafi teach all the science of religion. Curricular Special salafi and the mixture isnahwu, and nerves, ekstrakulikulernya include; nasyid, marawis, Jam'iyah al-qurra ‘tahlilan, and pencaksilat. Time used dawn, morning, noon, afternoon, and evening. Curriculum development aimed at expandingthe horizons of students in the science of religion. The method applied is sorogan, bandongan, memorizationand bahsu al-masa'il. Sorogan for supporting material, in the house of Kiai and mosque committees.Bandongan and rote do in mosque committees. Excess sorogan the intraksi directly between kiai and students,through bandongan students can know, mastering the language and meaning of the phrase book.Memorizing is used for the supporting material. The language used is the language of the area. The expectedgoal is to deepen religious knowledge. Salafi pesantren not formally evaluate learning. The inference that theboarding school salafi excl. Crackle kab. Tangerang still retaining the old patterns in terms of both curriculumand learning systems. Expected to caregivers boarding school should be sensitive to the development ofscience and technology, that will allow students to improve their competence in a deepening of religiousknowledge.Penelitian bertujuan untuk mengetahui kurikulum dan sistem pembelajaran yang diterapkan di pondokpesantren salafi kecamatan Kresek kabupaten Tangerang, dengan pendekatan historis. Jenis penelitianyang digunakan adalah metode Kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara,dan studi dokumen, analisis data dilakukan dengan menyusun, menghubungkan, mereduksi, menyajiandan disimpulkan. Pengujian keabsahan data meliputi: kepercayaan (credibility), keteralihan (tranferability),kebergantungan (defendability), dan kepastian (komfirmability). Hasil temuan menunjukkan bahwa pondokpesantren salafi di kec. Kresek terdiri dari dua jenis, yaitu khusus dan campuran. Kurikulum nya terdiri ataskurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler. Intrakurikuler salafi khusus mengajarkan materi kejuruan. Sedangkansalafi campuran mengajarkan semua ilmu agama. Kokurikuler salafi khusus dan campuran adalahnahwu, dan saraf, ekstrakulikulernya meliputi; nasyid, marawis, jam'iyah al-qurra' tahlilan, dan pencaksilat. Waktu yang digunakan subuh, pagi, zuhur, sore, dan malam. Pengembangan kurikulum bertujuan3Kholis Thohir: Kurikulum dan Sistem Pembelajaran Pondok Pesantren Salafi12memperluas wawasan santri dalam ilmu agama. Metodeyang diterapkan adalah sorogan, bandongan,hafalan dan bahsu al-masa'il. Sorogan untuk materi penunjang, bertempat di rumah kiai, dan majlista'lim. Bandongan dan hafalan dilakukan di majlis ta'lim. Kelebihan sorogan terjadinya intraksi secaralangsung antara kiai dan santri, melalui bandongan santri dapat mengetahui, menguasai bahasa kitab sertamakna kalimat. Hafalan digunakan untuk materi penunjang. Bahasa yang digunakan adalah bahasadaerah. Tujuan yang diharapkan adalah memperdalam ilmu agama. Pondok pesantren salafi tidak melakukanevaluasi belajar secara resmi. Simpulan bahwa pondok pesantren salafi di kec. Kresek kab. Tangerangmasih tetap mempertahankan pola lama baik dari segi kurikulum maupun sistem pembelajaran. Diharapkankepada pengasuh pondok pesantren hendaknya peka dengan perkembangan ilmu dan teknologi, sehinggaakan memudahkan santri dalam meningkatkan kompetensinya dalam memperdalam ilmu agama.Kata Kunci: Kurikulum dan Sistem PembelajaranReferences
Daftar Pustaka
Abu Hamid, Sistem Pendidikan Madrasah dan Pesantren di Sulawesi Selatan dalam Agama dan
Perubahan Sosial, (ed.) Taufik Abdullah, Jakarta: Rajawali Press, 1983.
Amir Hamzah Wiryosukarto,et.al., Biografi KH. Imam Zarkasih: dari Gontor Merintis Pesantren Modern,
Ponorogo: Gontor Press, 1996.
Departemen Agama, Pedoman Pondok Pesantren, Jakarta: Depag RI, 2002.
Direktori Pesantren, Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Direktorat Jenderal Pendidikan
Islam tahun, 2014.
Pada umumnya kitab-kitab kuning yang dijadikan kurikulum di pesantren yang ada di pulau Jawa
dan pulau Madura banyak memiliki kesamaan, baik dari penyebaran ilmu, jenis kitab yang
digunakan, maupun dari segi sistem pengajarannya, yaitu dengan sistem bandongan (klasikal)
dan sorogan (perorangan). Kesamaan-kesamaan ini, pada gilirannya melahirkan hogomonitas
pandangan hidup, kultur dan pratek-praktek keagamaan di kalangan santri Jawa dan Madura.
Zamakhsyari Dhofir, Tradisi Pesantren: Studi Tentang Pandangan Hidup Kyai, Cetakan IV,
Jakarta: LP3ES, 1994.
Peratuan Pemerintah No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pasal 1 ayat 13.
Kurikulum dimaksud adalah kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yaitu kurikulum
operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan pasal
ayat 15.
S. Robert Zais, Curriculum Principles and Foundation, New York: Happer and Raw Publisher, 1976.
Secara etimologi kurikulum berasal dari bahasa Latin "Curriculum" yang berarti bahan pengajaran.Ada
yang mengatakan bahwa kata kurikulum berasal dari bahasa Perancis "Courier" yang berarti
berlari.Di samping itu dijelaskan juga sebagai rel pacuan kuda di tengah lapang yang harus
dilewati, tidak boleh dilanggar.
Soegarda Poerbakawatja, Ensiklopedi Pendidikan, cet. 3, Jakarta: Gunung Agung, 1982.
Zamakhsyari Dhofier, Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kiai, Jakarta: LP3ES, 1990.
Zamaksyari Dhofier, Tradisi Pesantren, Jakarta: LP3S, 1995.
Downloads
Published
Issue
Section
License
COPYRIGHT
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access
LICENSE

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.