POLITIK PENCITRAAN DALAM PERSPEKTIF KOMUNIKASI ISLAM

Penulis

  • Anang Anas Azhar

DOI:

https://doi.org/10.30829/jai.v6i2.1278

Abstrak

Abstrak: Disadari atau tidak, politik pencitraan menjadi pragmentasi yang sering dilakoni partai politikpeserta pemilu. Pragmentasi itu menguat seiring dengan berubahnya wajah perpolitikan Indonesia kepadasistem politik multi partai. Di tengah-tengah masyarakat yang masih lekat pengetahuannya pada partailama, partai-partai baru yang bermunculan berupaya meaih simpatisme masyarakat dengan membangunpolitik pencitraan agar mereka dapat diterima masyarakat dengan baik. Partai-partai baru tak terkecualipartai politik berbasis Islam, menampilkan berbagai macam wajah, yang kesannya sebagai katalisatorpositif untuk politik pencitraan. Komunikasi dalam perspektif Islam, harus dilaksanakan dengan mengedepankanprinsip-prinsip kebaikan, kejujuran dan kebenaran. Dalam literatur komunikasi Islam, ada beberapa prinsipkomunikasi Islam yang lazim dipahami, yaitu:1. Qaulan sadida; 2. Qaulan baligha; 3. Qaulan ma'rufa; 4.Qaulan karima; 5. Qaulan layinan; 6. Qaulan maysura. Dua dari 6 prinsip komunikasi yang dilakukan,menjadi hal utama yang harus diperhatikan dalam proses politik pencitraan politik. Pertama,qawlan Sadida(berkata dengan benar dan jujur). Pencitraan dari perpektif terminologi ini, harus dilakukan dengan menjunjungtinggi kejujuran dan kebenaran. Islam memandang komunikasi harus dilakukan denggan benar, faktual,dan tidak mengandung unsur rekayasa atau memanipulasi fakta. Kedua,qawlan ma'rufan (perkataan yangbaik). Qawlan ma'rufan sebagaimana dijelaskan Ilaihi dapat diartikan sebagai ungkapan atau ucapanyang pantas dan baik. Politik pencitraan dari perspektif komunikasi Islam harus dilakukan sesuai denganprinsip-prinsip komunikasi Islam, yaitu memberikan pesan sesuai dengan fakta dan tidak dimanipulasi.Politik pencitraan dalam pandangan Islam menekankan pada unsur pesan (message), yakni risalah ataunilai-nilai yang disampaikan harus sesuai dengan ajaran Islam, cara (how) penyampaiannya juga mengandungkejujuran, gaya bicara yang digunakan harus santun dan menjunjung etika.Kata Kunci: politik, pencitraan, komunikasi Islam

Referensi

DAFTAR PUSTAKA

Amir, Mafri. Etika Komunikasi Massa Dalam Pandangan Islam. Jakarta: Logos, 1999.

Anwar, Arifin.Komunikasi Politik: Paradigma, Teori, Aplikasi, Strategi Komunikasi Politik Indonesia. Jarkarta:

PT. Balai Pustaka, 2003.

Dhani, Rendro.Centang Perenang Manajemen Komunikasi Kepresidenan dari Soekarno Sampai Megawati.

Jakarta: Pustaka LP3ES, 2004.

Fukuyama, Fancis. Guncangan Besar: Kodrat Manusia dan Tata Sosial Baru, terj. Masri Maris. Jakarta:

Gramedia Pustaka Utama, 2005.

Ilaihi, Wahyu. Komunikasi Dakwah. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2010.

Jordac, George. Suara Keadilan; Sosok Ali bin Abi Thalib, terj. Muhammad al-Sajjad. Jakarta: Lentera, 1996.

Kaid, Lynda Lee.Handbook Penelitian Komunikasi Politik, Terj. Ahmad Asnawi. Bandung: Nusa Media, 2015.

Kotler, Philip. Dasar-Dasar Pencitraan: Konsep dan Aplikasinya di Indonesia. Jakarta: Erlangga, 1994.

Matulada. Demokrasi Dalam Tradisi Masyarakat Indonesia. Jakarta, LP3ES, 1996.

Munir, Abdullah.Super Teacher (Sosok Guru Yang Dihormati, Disegani, dan Dicintai). Yogyakarta: Pedagogia,

Nimmo, Dan. Komunikasi Politik; Khalayak dan Efek. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006.

Rakhmat, Jalaluddin. Islam Aktual. Bandung: Mizan, 1996.

Shihab, M. Quraish. Wawasan Alquran. Bandung: Mizan, 1996.

Sitepu, Anthonius.Sistem Politik Indonesia. Medan: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera

Utara, 2004.

Simons, Jon. The Power Of Political Images. Bloomington: American Political Science Association, 2006.

Soemirat, Soleh dan Elviriano. Dasar-Dasar Publik Relations. Bandung: PT Remaja Rosadakarya, 2002.

Tjiptono, Fandi. Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Penerbit Andy,2005.

Tinarbuko, Sumbo. Iklan Politik Dalam Realitas Media. Yogyakarta: Jalasutra, 2009.

Vidyarini, Titi Nur. "Politik dan Budaya Populer Dalam Kemasan Program Televisi" dalam Jurnal Ilmiah

SCRIPTURA, Vol.2, No. 1, Januari 2008. Pusat Penelitian Universitas Kristen Petra: 2008.

Wibowo. Manajemen Perubahan. Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada, 2006

Diterbitkan

2017-12-22