PRINSIP-PRINSIP KOMUNIKASI PEMBANGUNAN DALAM PANDANGAN ISLAM

Penulis

  • Hasrat Effendi Samosir UIN Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.30829/jai.v11i2.14983

Abstrak

Islam bukan sekedar ‘religion' seperti yang berkembang dalam peradaban Barat, di mana sejak zaman renaisans menerapkan prinsip sekularisme. Sekularisme memisahkan antara agama dengan negara. Islam adalah agama a comprehensive way of life (suatu cara hidup yang menyeluruh). Ini berarti bahwa seluruh aspek kehidupan manusia dipandu oleh agama. Dalam melaksanakan kegiatan komunikasi pembangunan, Islam memiliki prinsip yang harus dijadikan tuntunan dalam aplikasinya

Referensi

Al-Baqiy, Muhammad Fuad, Mu'jam al-Mufafhras al-Fadz Alquran, Kairo: Dar al Fiqr, 1981

Ashari, Endang Saifuddin, Kuliah Islam, Jakarta: Rajawali, 2002

Ash-Shiddiqy, TM.Hasbi, Al-Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1964

Abbas, Tuanku, Pengantar Ilmu Publisistik, Banda Aceh: TP, 1972

Departemen Agama RI, Alquran dan terjemahannya

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1990

Effendi, Onong Ucohjono, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek,Bandung: Remaja Karya, 1984

Fadil Nur Ahmad, Islam dan Lingkungan Hidup, Medan: T.P, T.T

Harahap, Syahrin, Islam Dinamis; menegakkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan modern di Indonesia,Yogyakarta: Tiara Wacana, 1997

Jihannessen, Richard, L, Etics in Human Communication (terj) Dedy Mulyana, Bandung: Remaja Rosdakarya, 1996

Kertapati, Ton, Dasar-dasar Publisistik, Jakarta: Bina Aksara, 1981

Rahmat Jalaluddin, Psikologi Komunikasi, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2003

Rousdy, TA.Lathief, 1985, Dasar-dasar Rethorika Komunikasi dan Informasi, Medan: FA.Rinbow, 1985

Wok,Saodah,Prof.Madya,Dr.Dkk, Teori-teori Komunikasi, Pahang Darul Makmur: PTS. Publications & Distributor SDN, 2004

Diterbitkan

2022-12-17