PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PARMALIM DI SUMATERA TAHUN 1885-SEKARANG
DOI:
https://doi.org/10.30829/jai.v1i2.381Abstract
Sejarah pertumbuhan dan perkembangan Parmalim penting dan menarik dikaji lebih mendalam atas pertimbangan beberapa hal: pertama, sebagai sebuah komunitas keagamaan lokal yang tumbuh dan berkembang di bagian Selatan provinsi Sumatera Utara, tepatnya di kecamatan Laguboti kabupaten Toba Samosir, komunitas Parmalim dianggap cukup adaptif dengan perkembangan zaman. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan komunitas ini yang masih tetap eksis dalam kancah pertumbuhan dan perkembangan Nasional. Dalam aspek-aspek tertentu, komunitas Parmalim bahkan dapat disejajarkan dengan komunitas keagamaan besar yang tumbuh dan berkembang di Sumatera Utara.Kedua, dalam konteks percaturan politik daerah, berbagai sumber menyebutkan bahwa komunitas Parmalim berperan aktif sehingga mampu mengantarkan kemenangan dutanya dalam percaturan politik. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan Monang Naipospos sebagai salah satu tokoh intelektual Parmalim yang paling aktif menulis dan menjadi semacam kepala bidang hubungan dengan masyarakat luar Agama Parmalim. Pada Pemilu Legislatif tahun 2009 yang lalu ia terpilih menjadi salah seorang aggota DPRD Kabupaten Toba Samosir.Ketiga, Parmalim sebagai kepercayaan asli suku Batak, dalam konteks sejarah merupakan objek missi Kristen dan Dakwah Islam di Tanah Batak. Padahal, etnis Batak sendiri merupakan etnis yang memiliki prinsip-prinsip budaya cukup kuat sehingga jika ditelusuri lebih jauh, pada dasarnya amat sulit memasukkan missi agama pada etnis ini. Namun demikian, dalam kenyataannya, seperti dalam kasus-kasus identitas penduduk yang cenderung harus memilih salah satu dari enam agama yang diakui di Indonesia, Paramalim umumnya memilih salah satu dari dua agama teresebut (Islam dan Kristen).Downloads
Published
2012-11-02
Issue
Section
Articles
License
COPYRIGHT
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access
LICENSE
journal Analytica Islamica is published under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.