KEUTAMAAN PRIA SEBAGAI PEMIMPIN
DOI:
https://doi.org/10.30821/ansiru.v5i2.10100Keywords:
Pria, KepemimpinanAbstract
Pria memiliki kemampuan untuk dijadikan sandaran sebagai orang yang bisa diberi tanggung jawab sebagai kepala keluarga dan kemampuan untuk berani dan mau melangkahkan kaki memenuhi kebutuhan/kewajiban keluarga. Seorang suami wajib memiliki kemampuan tersebut karena jika wanitanya (istri) lebih mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga, dikhawatirkan berkurangnya manjanya wanita (istri) dan hilangnya taat istri kepada suaminya. Surat An-Nisa ayat 34 telah menekankan bahwa laki-laki harus bisa menjadi pemimpin kaum wanita, karena baik dalam suatu organisasi, wilayah, negara maupun rumah tangga, kepemimpinan merupakan otoritas seorang laki-lakiReferences
Athoillah, Anton. (2010). Dasar-Dasar Manajemen. Bandung : Pustaka.
Sinn, Ahmad Ibrahim Abu, (2006) Manajemen Syariah Sebuah Kajian Historis dan Kontemporer, Raja Grafindo Persada: Jakarta .
Suradinata, Ermaya. (1995). Psikologi Kepegawaian dan Peranan Pimpinan Dalam Motivasi Kerja . Ramadan: Bandung.
Kartono, K. (2002). Patologi Sosial Gangguan Jiwa. Jakarta : Raj Grafindo Persada.
Kayo, Khatib Pahlawan. (2005). Kepemimpinan Islam dan Dakwah. Jakarta: AMZAH.
www://muslim.or.id/52497-pemimpin-rumah-tangga-1.html.
www://muslim.or.id/9162-pemimpin-wanita-dalam-tinjauan.html.
Downloads
Published
2021-10-11
Issue
Section
Articles
License
- Tulisan belum dipublikasikan sebelumnya dan atau belum dipertimbangkan untuk diterbitkan di jurnal lain.
- Dokumen file diserahkan dalam format Microsoft Word.
- Jika tersedia, URL untuk referensi harus disertakan.
- Teks ditulis satu spasi, menggunakan font 12, tidak menggunakan menggunakan system garis bawah (kecuali alamat URL); dan semua ilustrasi, angka, dan tabel ditempatkan dalam teks pada tempatnya dan bukan di bagian akhir.
- Persyaratan dan gaya bibliografi diuraikan dalam Pedoman Penulis yang disediakan.