SEJARAH AWAL MASUKNYA AGAMA ISLAM DI KARAWANG

Penulis

  • Agus Susanto Universitas Singaperbangsa Karwang
  • Shinta Diana Universitas Singaperbangsa Karwang
  • Hauna Aprilia Mumtahanah Universitas Singaperbangsa Karwang
  • Defi Tri Mulyani Universitas Singaperbangsa Karwang
  • Afah Afifah Universitas Singaperbangsa Karwang
  • Bobi Mahbobi Ramatullah Universitas Singaperbangsa Karwang
  • Babay Balya Universitas Singaperbangsa Karwang
  • Pirdaus Alandes Universitas Singaperbangsa Karwang
  • Wahyudin Wahyudin Universitas Singaperbangsa Karwang
  • Ahmad Farid

DOI:

https://doi.org/10.30821/ansiru.v8i2.14310

Kata Kunci:

Sejarah Islam, Karawang

Abstrak

Islam mulai masuk ke Karawang pada abad ke-14 melalui peran Syekh Quro atau Syekh Hasanuddin, seorang ulama dari Champa (Vietnam). Sebagai lembaga pendidikan Islam pertama di wilayah tersebut, Beliau mendirikan Pondok Quro sebagai titik awal pendidikan Islam di Karawang. Pada tahun 1418 M, Syekh Quro membangun Masjid Agung Syekh Quro di Pura Dalem Karawang, yang berfungsi sebagai tempat peribadatan dan kegiatan keagamaan. Masjid ini juga berperan penting dalam sejarah Islam di Nusantara, salah satunya sebagai tempat pernikahan Nyai Subang Larang, seorang murid Syekh Quro, dengan Prabu Siliwangi dari Kerajaan Padjajaran, yang membawa pengaruh signifikan terhadap proses Islamisasi di wilayah kerajaan. Hal ini memberikan dampak yang signifikan terhadap proses Islamisasi di wilayah kerajaan. Meski mengalami sedikit renovasi, Masjid Agung Syekh Quro tetap menjadi simbol keimanan dan budaya Islam di Karawang.

Referensi

Atja. 1986. Carita Purwaka Caruban Nagari: Karya Sastra sebagai Sumber Pengetahuan Sejarah. Proyek Pengembangan Permuseuman Jawa Barat.

Hidayat, H. M., Kustana, A., & Gozali, H. (2006). Sejarah dan Peranan Masjid Agung Karawang dalam Pembinaan Umat yang Beriman dan Bertaqwa. Karawang.

Iskandar, Yoseph. 1997. Sejarah Jawa Barat (Yuganing Rajakawasa). Bandung : CV Geger Sunten

Kuntowijoyo. 1955. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Yayasan Benteng Budaya.

Lina karlina, 2007, ‟Aktivitas Sosial Keagamaan di Masjid Agung Karawang 1987-2006 M‟, Skripsi, Yogyakarta: UIN Yogyakarta Sunan Kalijaga.

Lubis, Nina Herlina & dkk. 2011. Sejarah Kabupaten Karawang. Karawang: Pemerintah Kabupaten Karawang Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Ridha Maola Hoerani, 2018, "Eksistensi Masjid Agung Syekh Quro di Karawang pada tahun 2006-2011", Skripsi, Bandung: UIN Sunan Gunung Djati. https://www.masjidagung.id/idarah/sejarah

Sunyoto, A. (2016). ATLAS WALI SONGO (Cetakan 1). Tangerang Selatan: Pustaka IIMaN. Jln. Purnawarman Blok A No. 37, Bukit Cirendeu, Pondok Cabe, Tangerang Selatan 15419.

Suryanegara, A. M. (2018). Api Sejarah. (W. Kurnia, A. Rosmayani, R. Gumilar, & T. Suryanegara, Ed.) (Cetakan ke). Bandung: Surya Dinasti. Jl. Saturnus Raya No. 27 Margahayu Raya Bandung 40286.

Sukmadilaga, Jojo. 2009. Ikhtisar Sejarah Singkat Syaikh Quratul'ain. Mahdita.

Susy Evita Aryani, 1999, "Sejarah Masjid Agung Karawang dan Perkembangan Kehidupan Sosial Keagamaan Masyarakat Karawang Tahun 1418 M sekarang", Skripsi, Bandung: UIN Sunan Gunung Djati.

Wahyuddin dan Obar Subarna. 2008. Mengenal Komplek Situs Makam Syaikh Quro Dan Syaikh Bentong (Keramat Pulo Bata). Karawang: Yayasan Masjid Agung Syaikh Quro.

Diterbitkan

2024-12-09