MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU PAI DALAM MENYUSUN KISI-KISI SOAL MELALUI WORKSHOP DI KKG PAI KEC SIANTAR TP 2022/2023

Authors

  • Ernawaty Harahap Pengawas Kemenag Kabupaten Simalungun

DOI:

https://doi.org/10.30821/ansiru.v6i2.15236

Keywords:

Kompetensi Guru, Menyusun Kisi-kisi, Workshop

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah (PTS) yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru PAI dalam menyusun kisi-kisi soal melalui workshop dengan subjek penelitian seluruh guru PAI binaan yang berjumlah 15 orang. Data dikumpulkan melalui instrument telaah kisi-kisi kemudian hasilnya diolah sebagai bahan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian berupa gambaran nilai kompetensi guru guru dalam menulis kisi-kisi mencakup delapan aspek kriteria kisi-kisi soal yang baik setelah dilakukan workshop. Berdasarkan hasil penelitian, data empiris menunjukkan bahwa terjadi workshop dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun instrument penilaian tes. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan rata-rata kompetensi guru dalam menyusun kisi-kisi soal dari tahapan prasiklus, siklus I dan siklus II. Pada tahap pra siklus rata-rata kemampuan guru dalam menyusun soal adalah 67.7, kemudian meningkat pada siklus I dan II menjadi 78.7 dan 85.2.

References

Arikunto, S.(2013). Dasar-dasar Evaluasi Pembelajaran. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Arikunto, S. (2006). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta. Bumi Aksara

Arikunto, S. (2007). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi. Aksara.

Azwar, S. (2015). Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Badudu, J.S. (1988). Kamus besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan

Etty. (2003). Menyiapkan Masa Depan Anak. Jakarta : Grasindo.

Guza, A. (2008). Undang-undang Sisdiknas dan Undang-undang Guru dan Dosen. Jakarta: Asa Mandiri

Handoko, H. . (1995). Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPFE UGM.

Hartanto, S., dan Purwanto, S. (2019). Supervisidan Penilaian Kinerja Guru (MPPKSPKG). Jakarta: Direktorat Jenderal Gurudan TenagaKependidikan.

Kartowagiran, B. (2011). Kinerja Guru Profesional (Guru Pasca Sertifikasi). Cakarawala Pendidikan, 3(3), 463-473.

Kemmis, S. dan Mc. Taggart, R. (1988). The Action Research Planner. Victoria: Deakin. University Press

Listyawati, M. (2012). Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA Terpadu di SMP. Journal of Innovative Science Education, 1(1), 62-69.

Nurgiyantoro, B. (2004). Penilaian Pembelajaran Sastra Berbasis Kompetensi. Diksi, 1J(1), 91-116.

Sahertian, P.A, dan Frans, M. 1981. Prinsip & Tehnik Supervisi. Pendidikan. Surabaya

Sanjaya, W. (2006). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Sudaryono. (2012). Dasar-Dasar Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sudijono, A. (2011). Evaluasi Pedidikan. Jakarta; Raja Grafindo

Sudjana, N.(2009). Pendidikan Tingkat KePenelitian Konsep Dan Aplikasinya Bagi Peneliti Sekolah. Jakarta: LPP Bina Mitra

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : ALFABETA

Supriadi, O. (2009). Pengembangan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar. Jurnal Tabularasa, 6(1), 27-38.

Wardhani, S. (2008). Apakah Rumusan Indikator pada Silabus dan RPP Anda sudah Baik? Limas, 20, 11-17.

Werdayanti, A. (2008). Pengaruh Kompetensi Guru dalam Proses Belajar Mengajar diKelas dan Fasilitas Guru terhadap Motivasi Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Ekonomi, 3(1), 79-92.

Widoyoko, E. . (2012). Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Downloads

Published

2022-11-14