IMPLEMENTASI GURU TAHFIDZ DALAM MENINGKATKAN HAFALAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE 3T+1M (TALQIN, TAFAHHUM, TIKRAR DAN MURAJA'AH)
DOI:
https://doi.org/10.30821/ansiru.v6i2.15674Keywords:
Implementasi, Guru Tahfiz, Hafalan, Metode 3T 1MAbstract
Metode pembelajaran merupakan suatu cara atau proses siswa dalam mencapai tujuan, sedangkan Tahfidz merupakan seorang penghafal Al-Quran. Metode pembelajaran Tahfidz Al-Quran merupakan suatu metode (cara) yang digunakan oleh guru agar siswa mudah memahami, menghafal dengan baik dan cepat. Metode pembelajaran Tahfidz sering terjadi permasalahan di siswa masih rendah untuk memahami suatu cara atau metode yang sebenarnya mudah di terapkan, akan tetapi siswa tidak bisa untuk menerapkan pada dirinya sehingga menjadikan siswa sulit dalam menghafal. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan di Pondok Pesantren Ats-Tsaqafiy Tanjung Morawa merupakan sekolah yang menciptakan kader ulama dengan mengkhusukan pengajaran kitab kuning akan tetapi sekolah ini juga mengunggulkan pembelajaran tahfidz al quran dengan tujuan agar siswa-siswi tetap selalu cinta terhadap al quran. Adapun jenis metode pembelajaran tahfidz al quran adalah menggunakan metode 3T+1M (Talqin, Tafahhum, Tikrar, dan Muraja'ah) dengan tujuan agar siswa siswi terbut menjadi mudah menghafal dalam pembelajaran tahfidz tersebut.References
Ahmad Warson Munawwir, (2002). (n.d.). Al-Munawwir Kamus Arab-Indonesia Terlengkap, (Surabaya: Pustaka Progressif), h. 279.
Azim, A. A. (2016). (2016). Metode pembelajaran tahfidz Al-Qur'an bagi mahasiswa di Pesantren Al-Adzkiya' Nurus Shofa Karangbesuki Sukun Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Btr, R. Y. (2020). (n.d.). Implementasi Metode 3T+ 1M Melalui Layanan Informasi dalam Membantu Daya Ingat Hafalan Al-Quran Siswa MTs Hifzil Quran Yayasan Islamic Centre Medan (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara).
Cece Abdulwaly, (2018). (n.d.). 50 Kesalahan dalam Menghafal Al-Quran yang perlu anda ketahui, (Solo: TigaSerangkai), h. 5.
Fadhil Lubis, (2009). (n.d.). Tahfiz Al-Quran dan Bahasa Arab , (Medan), h. 14.
Fauziyah, S. S. (2018). (n.d.). Efektivitas Metode Muraja'ah Dalam Peningkatan Hafalan Al-Qur'an Santri Di Komplek Hindun Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak Yogyakarta.
Lexy. J. Moleong, (2017). (n.d.). Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakary).
Mashuri, I., Muftiyah, A., & Nafisah, S. F. (2022). (n.d.). Implementasi Metode Tikrar Dalam Meningkatkan Kemampuan Menghafal Siswa Pada Program Tahfidzul Qur'an Siswa Kelas IX MTs Darul Amien Jajag Gambiran Banyuwangi. Jurnal Tarbiyatuna: Kajian Pendidikan Islam, 6(1), 099-122.
Rachmat Morado Sugiarto, (2019). (n.d.). Cara Gampang Menghafal Al-Quran, (Jakarta: Wahyu Qolbu), h. 55.
Rauf, Abdul Aziz Abdul, and A. A. (n.d.). "kiat sukses menjadi hafidz qur'an da'iyah." Bandung: PT Syaamil Cipta Media.
RINAWATI, R. (2020). (n.d.). Implementasi Metode 3t (Tasmi', Tafahhum, Tikrar) Dan 1m (Muroja'ah) Dalam Mempermudah Menghafal Surat Pendek Di Madrasah Ibtidaiyah (Mi) Nurus Salam Cancung, Bubulan, Bojonegoro (Doctoral dissertation, Institut Agama Islam Sunan Giri Bojonegoro).
Saied Al-makhtum, al-hafizh, (2016). (n.d.). Karantina Hafal Al-Quran Sebulan, (Jawa Timur: Alam Pena), h. 58.
Sidauruk, D. F. (2009). (n.d.). Penerapan Metode Kauny Quantum Memory dalam Meningkatkan Hafalan dan Pemahaman Siswa Pada Pembelajaran Tahfiz di MI Nurul Qomar Palembang. Muaddib: Islamic Education Journal, 2(2), h. 73-78.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif untuk penelitian yang bersifat: eksploratif, enterpretif, interaktif dan konstruktif (3rd ed.). Alfabeta.
Downloads
Published
Issue
Section
License
- Tulisan belum dipublikasikan sebelumnya dan atau belum dipertimbangkan untuk diterbitkan di jurnal lain.
- Dokumen file diserahkan dalam format Microsoft Word.
- Jika tersedia, URL untuk referensi harus disertakan.
- Teks ditulis satu spasi, menggunakan font 12, tidak menggunakan menggunakan system garis bawah (kecuali alamat URL); dan semua ilustrasi, angka, dan tabel ditempatkan dalam teks pada tempatnya dan bukan di bagian akhir.
- Persyaratan dan gaya bibliografi diuraikan dalam Pedoman Penulis yang disediakan.