INTEGRASI SIKAP SPRITUAL DAN SIKAP SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MTs ALWASHLIYAH PANTAI CERMIN
DOI:
https://doi.org/10.30821/ansiru.v6i2.16166Keywords:
Sikap Spritual, Sikap Sosial, Pembelajaran Agama Islam.Abstract
Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan bagaimana pengintegrasian sikap spiritual dan sikap sosial dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam dan faktor pendukung dan penghambat Pengintegrasian sikap spiritual dan sikap sosial dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam di MTs Alwahsliyah Pantai Cermin. Adapun jenis penelitian yatu penelitian kualitati dengan teknik pengumpulan data melalui observas, wawancara dan dokumentasi, sedangkan teknik analisa yang data yang digunakan berupa reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengintegrasian sikap spiritual dan sikap sosial dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas (sekolah) terwujud dalam interaksi guru dengan peserta didik dan interaksi peserta didik dengan peserta didik. Interaksi guru dengan peserta didik saat kegiatan pembelajaran ditunjukkan pemberian penguatan ketakwaan kepada Allah Swt, selalu bersyukur atas apa yang Allah berikan, melalui pemberian nasehat, arahan, motivasi, tausiyah, untuk selalu berbuat kebaikan sesuai dengan nilai-nilai keIslama. Sedangkan sikap sosial ditumbuhkan dengan mengaitkan atau memasukan materi atau pokok bahasan ke dalam nilai-nilai karakter, pemberian arahan, dan teguran kepada siswa yang melanggar norma-norma agama dan sosial. 2) Faktor pendukung pengintegrasian sikap spritual dan sikap sosial dalam pelaksanaan pembelajaran di madrasah terwujud dari pengembangan budaya religius yang diprogramkan oleh kepala madrasah seperti shalat dhuha, shalat juhur berjama'ah, program tahfidz qur'an, dan kegiatan gotong royong. Selain itu, kompetensi guru yang profesional sebagai agent of the cange melalui proses pembelajaran di kelas dengan menunjukkan sikap kepribadian yang teladan dalam berkata dan betindak dihadapan peserta didiknya. Sedangkan faktor penghambat yang dihadapi guru dalam mengintegrasikan sikap spritual dan sikap sosial, yaitu, faktor peserta didik.References
Ikhsan, Komara Nur, and Supian Hadi. 2018. "Implementasi Dan Pengembangan Kurikulum 2013." Jurnal Edukasi (Ekonomi, Pendidikan Dan Akuntansi) 6(1):193.
Lexy. J. Moleong, (2017). n.d. "Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakary)."
Marzuki, Ahmad, Nurul Imamah, Munif Munif, M. Anang Sholikhudin, and Ahmad Makruf. 2021. "Multicultural Education Reinforcement for Early Childhood." 58:228-32. doi: 10.4108/eai.30-7-2021.2314014.
Nashihin, Husna. 2019. "Konstruksi Budaya Sekolah Sebagai Wadah Internalisasi Nilai Karakter." At-Tajdid: Jurnal Ilmu Tarbiyah 8(1):131-49.
Rusadi, Bobi Erno. 2021. "Integrasi Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMA As-Syafiiyah Medan." Fitrah: Journal of Islamic Education 1(2):248-60. doi: 10.53802/fitrah.v1i2.28.
Rustam, Ibrahim. 2013. "Pendidikan Multikultural: Pengertian, Prinsip, Dan Relevansinya Dengan Tujuan Pendidikan Islam." Addin 7(1):129-54.
SOBRY, M., and Fitriani Fitriani. 2022. "Metode Guru PAI Dalam Mengembangkan Sikap Spiritual Dan Sosial Siswa Kelas V SDN 12 Mataram." El Midad 14(2):136-54. doi: 10.20414/elmidad.v14i2.5385.
Sugiyono. 2022. Metode Penelitian Kualitatif Untuk Penelitian Yang Bersifat: Eksploratif, Enterpretif, Interaktif Dan Konstruktif. 3rd ed. Bandung: Alfabeta.
Zubaedi. 2011. Desain Pendidikan Karakter Konsepsi Dan Aplikasinya Dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Zubaedi. 2015. Desain Pendidikan Karakter: Konsepsi Dan Aplikasinya Dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Downloads
Published
Issue
Section
License
- Tulisan belum dipublikasikan sebelumnya dan atau belum dipertimbangkan untuk diterbitkan di jurnal lain.
- Dokumen file diserahkan dalam format Microsoft Word.
- Jika tersedia, URL untuk referensi harus disertakan.
- Teks ditulis satu spasi, menggunakan font 12, tidak menggunakan menggunakan system garis bawah (kecuali alamat URL); dan semua ilustrasi, angka, dan tabel ditempatkan dalam teks pada tempatnya dan bukan di bagian akhir.
- Persyaratan dan gaya bibliografi diuraikan dalam Pedoman Penulis yang disediakan.