MODERNISASI PENDIDIKAN ISLAM: SKETSA PESANTREN
DOI:
https://doi.org/10.30821/ansiru.v2i2.1988Keywords:
Modernisasi, Pendidikan Islam, PesantrenAbstract
Pesantren is an educational institution that has a long and unique history. Historically, pesantren were among the earliest Islamic educational institutions and still survive today. In contrast to educational institutions that emerged later, pesantren have been very instrumental in printing ulama cadres and then play an active role in the spread of Islam and the transfer of knowledge. However, in its development the pesantren has undergone a transformation that allows it to lose its identity if its traditional values are not preserved. Today the existence of pesantren has experienced such a development that the intended components are increasingly increasing and equipped with infrastructure and facilities. In its growth history, pesantren have undergone several phases of development including the existence of pesantren specifically mixing with these developments. This paper simply discusses the modernization of Islamic education in pesantren, which then reinforces it with the objectives, curriculum, human resources, learning methods, institutions, infrastructure and facilities and the resulting changes.References
Arifin, Imron, Kepemimpinan Kyai, Kasus: Pondok Pesantren Tebuireng (Malang: Kalimasahada Press, 1993).
Asari, Hasan, Esai-esai Sejarah, Pendidikan dan Kehidupan (Bandung: Citapustaka Media Perintis, 2009).
Ash-Shidiqie, Jimmly, (Ed.), Sumber Daya Manusia untuk Indonesia Masa Depan (Bandung: Mizan, 1996).
Azizy, A. Qodry, Melawan Globalisasi Reinterpretasi Ajaran Islam (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004).
Azra, Azyumardi, Pendidikan Islam Tradisi dan Modernisasi Menuju Millennium Baru, (Jakarta : Logos Wacana Ilmu, 1999).
Data Bidang Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren (PEKAPONTREN) Kementerian Agama RI.
Dhofier, Zamakhsyari, Tradisi Pesantren Studi tentang Pandangan Hidup Kyai (Jakarta: LP3ES, 1982).
Fatah, Rohadi Abdul, et.al., Rekonstruksi Pesantren Masa Depan (Jakarta: Listafariska Putra, 2005).
Haedari, Amin, Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas dan Tantangan Komplesitas Global (Jakarta: IRD Press, 2004).
Madjid, Nurcholis, Bilik-bilik Pesantren, Sebuah Potret Perjalanan (Jakarta: Paramadina, 1997).
Maghfurin, Ahmad, Pesantren Model Pendidikan Alternatif Masa Depan, dalam Ismail SM (Ed.) Dinamika Pesantren dan Madrasah (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2002).
Mastuhu, Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren (Jakarta: INIS, 1994).
Mastuki H.S., Pendidikan Pesantren antara Normativitas dan Objektivitas, Majalah Pesantren, LAKPESDAM NU. Edisi I/ Th. 1/ 2002.
Maunah, Binti, Tradisi Intelektual Santri Dalam Tantangan dan Hambatan Pendidikan Pesantren di Masa Depan (Yogyakarta: Teras, 2009).
Murtadlo, Ali, Gontor Masa Lampau dan KH. Imam Zarkasyi Sebagai Figur Pengajarnya, dalam KH. Imam Zarkasyi di Mata Umat (Ponorogo: Gontor Press, 1996).
Qomar, Mujamil, Pesantren Dari Transformasi Metodologi Menuju Demokratisasi Institusi (Jakarta: Erlangga, 2002).
Raharjo, M. Dawam, Pergulatan Dunia Pondok Pesantren Membangun Dari Bawah (Jakarta: LP3S, 1985).
________________, "Dunia Pesantren dalam Peta Pembaharuan" dalam M. Dawam Rahardjo (ed.), Pesantren dan Pembaharuan (Jakarta: LP3ES, 1995), cet. ke-5.
Sulaiman, In'am, Masa Depan Pesantren (Malang: Madani, 2010).
Sulthon, M., dan Khusnuridlo, Moh., Manajemen Pondok Pesantren dalam Perspektif Global, (Yogyakarta: LaksBang PRESSindo, 2006).
Tjokrowinoto, Moeljanto, Pembangunan Dilema dan Tantangan (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1995).
Yasmadi, Modernisasi Pesantren Kritik Nurcholish Madjid terhadap Pendidikan Islam Tradisional (Jakarta : Ciputat Press, 2002).
Yunus, Mahmud, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia (Jakarta: Hidakarya Agung, 1984).
Additional Files
Published
Issue
Section
License
- Tulisan belum dipublikasikan sebelumnya dan atau belum dipertimbangkan untuk diterbitkan di jurnal lain.
- Dokumen file diserahkan dalam format Microsoft Word.
- Jika tersedia, URL untuk referensi harus disertakan.
- Teks ditulis satu spasi, menggunakan font 12, tidak menggunakan menggunakan system garis bawah (kecuali alamat URL); dan semua ilustrasi, angka, dan tabel ditempatkan dalam teks pada tempatnya dan bukan di bagian akhir.
- Persyaratan dan gaya bibliografi diuraikan dalam Pedoman Penulis yang disediakan.