MEMAHAMI MANUSIA SEBAGAI KHALIFAH ALLAH
DOI:
https://doi.org/10.30821/ansiru.v5i1.9793Keywords:
Manusia, KhalifahAbstract
Memahami manusia diantaranya adalah dengan mencermati keberadaannya diantara makhluk lain,potensi yang dimilikinya, serta dengan menyimak penjelasan-penjelasan dari Sang Pencitpa manusia. Adalah Qs. Al Baqarah [2]: 30 merupakan satu diantara beberapa ayat Al Quran yang menjelaskan tentang eksistensi manusia, dimana dalam ayat tersebut Allah menegaskan akan menjadikan wakil-Nya di muka bumi (khalifatullah fi al-ardi) yaitu makhluk manusia. Ayat ini senantiasa menarik untuk dibahas dan dikaji, khususnya oleh para ulama mufassirin yang hingga kini belum merasa puas dan tidak henti-hentinya mengungkap jati diri manusia kandungan yang paling dalam dari ayat-ayat Al quran. Al quran mengungkapkan bahwa manusia adalah makhluq yang dilebihkan dari makhluk yang lain dengan potensi yang unik dan sangat spesial, hanya manusia memiliki Qalb sebagai wadah untuk menampung hal-hal yang disadari oleh pemiliknya, diantaranya sebagai wadah pengajaran, kasih sayang, takut, dan keimanan. Ada pula akal yang membedakan manusia dengan hewan, untuk memahami dan membandingkan sesuatu yang diterima panca indra serta mengambil hikmahnya. Dengan anugrah potensi kemanusiaan, Allah mengamanatkan tugas ketuhanan dalam jabatan khalifah untuk mengelola (manage) dan memimpin (lead) alam semesta yang diciptakan Allah untuk semua makhlukNya dari generasi awal hingga akhir kehidupan.References
Ali Abdul Halim Mahmud, (2000) Pendidikan Ruhani, terjemahan Abdul Hayyi Al-Kattani, dkk. Jakarta: Gema Insani Press.
Hamka, (2001) Tafsir Al-Azhar Jilid XXI. Jakarta: PT. Pustaka Panji Mas
Husein Al-Kaff, Bagaimana Menjadi Khalifatullah, http://www.12-imam.com/data-artikel/Sospol-25.html
Jalaluddin Rakhmat, (1994) Insan Kamil; Manusia Seimbang" sebuah pengantar dalam Murtadha Muthahhari, Manusia Sempurna; Pandangan Islam Tentang Hakikat Manusia. Jakarta: Lentera
Murtadha Muthahhari, (1994) Manusia Sempurna; Pandangan Islam Tentang Hakikat Manusia. Jakarta: Lentera.
Musa Asy'arie, (2003) Reformulasi Filosofis Pendidikan Islam" dalam Syafii Ma'arif, dkk, Islam dan Pengembangan Disiplin Ilmu; Sebuah Tranformasi Nilai Yogyakarta: LPPI UMY.
Nurcholis Majid, (1995) Islam Agama Kemanusiaan; Membangun Tradisi dan Visi Baru Islam Indonesia. Jakarta: Paramadina.
Quraish Shihab, (1988) Wawasan Al-Quran Bandung: Mizan
Said Hawwa, (1998) Jalan Ruhani, terjamah Ibnu Rafil dan Ibnu Thaha Ali Bandung: Mizan
Seyyed Mohsen Miri, (2004) Sang Manusia Sempurna; Antara Filsafat Islam dan Hindu. Jakarta: Teraju
Wan Mohd Nor Wan Daud, (1998) Filsafat dan Praktik Pendidikan Islam Syed M. Naquib Al-Attas, terjemahan Hamid Fahmy, Bandung: Mizan
Yusuf Qardhawi, (2001) Sunnah, Ilmu Pengetahuan dan Peradaban, terj. Abbad Badruzzaman. Yogyakarta: Tiara Wacana
Downloads
Published
Issue
Section
License
- Tulisan belum dipublikasikan sebelumnya dan atau belum dipertimbangkan untuk diterbitkan di jurnal lain.
- Dokumen file diserahkan dalam format Microsoft Word.
- Jika tersedia, URL untuk referensi harus disertakan.
- Teks ditulis satu spasi, menggunakan font 12, tidak menggunakan menggunakan system garis bawah (kecuali alamat URL); dan semua ilustrasi, angka, dan tabel ditempatkan dalam teks pada tempatnya dan bukan di bagian akhir.
- Persyaratan dan gaya bibliografi diuraikan dalam Pedoman Penulis yang disediakan.