MUHAMMAD ABDUH DAN PEMIKIRAN-PEMIKIRANNYA

Authors

  • Rasam Rasam

DOI:

https://doi.org/10.30821/ansiru.v5i1.9802

Keywords:

Muhammad Abduh, Pemikiran

Abstract

Dalam bidang teologi, pemikiran-pemikirannya cenderung sama dengan kaum Mu'tazilah. Corak teologinya adalah teologi rasional yang tidak sepi dari kekuatan akal. Ia menekankan bahwa iman yang sesungguhnya adalah iman yang dilandasi oleh kekuatan dan berperannya akal dan bukan sekedar iman yang diterima apa adanya berdasarkan wahyu. Iman yang dibangun dengan pengetahuan yang mendalam akan melahikan perbuatan-perbuatan baik. Konsep iman yang dipegang Muhammad Abduh ini sejalan dengan konsep iman Mu'tazilah yang erat kaitannya dengan amal. Bagi kaum Mu'tazilah orang yang berbuat dosa besar tidak bisa disebut mu'min, tetapi hanya disebut muslim. Perbuatannya tidak menggambarkan iman, demikian pula halnya dengan pandangan Abduh terhadap masalah ini.

References

_______, (1992) Al- Ihtifal bi ihya Dhikra al-Ustadz al-Imam al-Syekh Muhammad Abduh, Kaira: Mathba'ah al-Manar.

________, (1987) Muhammad Abduh dan Teologi Rasional Mu'tazilah, Jakarta: UI-Pres,

Abduh, (1996) Muhammad Risalah Tauhid, Terj, Jakarta:Bulan Bintang.

Aziz, Abdul, (1994) Gerakan Islam Kontemporer di Indonesia, Jakata: Pustaka Firdaus.

Haddad, Yvonne, (1996) Muhammad Abduh-Perintis Pembaharuan Islam dalam"Para Perintis Zaman Baru Islam" editor Ali Rahmena, Jakarta:Mizan.

Muthahari, Murtadla, (1986) Gerakan Islam Abad XII, Terj, Jakarta: Beunebi Cipta.

Nasution, Harun, (1992) Pembaharuan dalam Islam, Sejarah dan Gerakan, Jakarta:Bulan Bintang.

Ridla, Muhamma Rasyid, (1993) Tarikh al-Ustadz al-Imam, al-Syekh Muhammad Abduh, Kaira: Dar al-Manar.

Downloads

Published

2021-08-11