PERAN KOMUNIKASI POLITIK MAJELIS PERMUSYAWARATAN ULAMA (MPU) DALAM PENYELESAIAN KONFLIK DI KOTA LHOKSEUMAWE

Authors

  • Attarmizi, Syukur Kholil, Zulkarnaini Abdullah

DOI:

https://doi.org/10.37064/ab.jki.v2i2.1470

Abstract

Abstract: In this study, according to the author it is important to do in order to see the understanding andpractice of politics MPU on the settlement of the conflict. The practice is meant is the participation of scholarsin an effort to drown out the various types of conflict such as those between Indonesia and GAM, between thecentral government and a number of giant companies that exist around Lhokseumawe, between the politicalelite and the government with NGOs in addition to reviewing the settlement of business they do. Thisresearch is a field research, by taking some data collection techniques are the first in-depth interviews withsix scholars as the samples were taken by purposive sampling, ie scholars who joined the MPU. In thisthesis, the author discusses the position of ulama in Acehnese society and also the history of the growingconflict in Aceh and Lhokseumawe impact on society. In addition it also explained the history of the ulamaAceh quick active role in resolving conflicts in various areas of public life, and not least also need to explainwhat should be done by the MPU in the resolution of political conflicts. Based on the results found in thefield is MPU as a forum for scholars in the city of Lhokseumawe is a group of people who respected andadmired, and are expected to play an active role in society. MPU Lhokseumawe not a passive group inpolitical matters, as well as the notion some people, but active role within the scientific task of scholars.Dalam penelitian ini, menurut penulis penting untuk dilakukan dalam rangka untuk melihat pemahamandan praktek politik MPU terhadap penyelesaian konflik. Praktek yang dimaksudkan adalah peran sertaulama dalam upaya meredam berbagai jenis konflik seperti yang terjadi antara RI-GAM, antara pemerintahpusat dengan sejumlah perusahaan raksasa yang ada disekitar Lhokseumawe, antara para elit politikdan pemerintah dengan LSM disamping mengkaji usaha penyelesaian yang mereka lakukan. Penelitianini adalah penelitian lapangan(field research), dengan menempuh beberapa teknik pengumpulan datayaitupertama wawancara mendalam(depth interviem) dengan 6 ulama yang dijadikan sampel yangdiambil dengan teknik purposive sampling, yaitu ulama yang bergabung dalam MPU. Dalam tesis inipenulis membahas tentang kedudukan ulama dalam masyarakat Aceh dan juga sejarah konflik yang berkembangdi Aceh serta dampaknya terhadap masyarakat Lhokseumawe. Selain itu menjelaskan pula sejarah ringkasperan aktif ulama Aceh dalam menyelesaikan konflik dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat, dantak kalah pentingnya pula perlu dijelaskan apa yang seharusnya dilakukan oleh MPU dalam penyelesaiankonflik politik. Berdasarkan hasil yang ditemukan di lapangan adalah MPU sebagai wadah ulama di KotaLhokseumawe merupakan kelompok masyarakat yang dihormati dan disegani serta diharapkan berperanaktif dalam masyarakat. MPU Lhokseumawe bukan kelompok yang pasif dalam persoalan politik, sebagaimanaanggapan sementara orang, tapi aktif melakukan perannya dalam batas tugas keilmuan ulama.Kata Kunci: Komunikasi Politik, Majelis Permusyarawatan Ulama, Konflik

References

Daftar Pustaka

Abdullah, Taufik, "Islam dan Pembentukan Tradisi di Asia Tenggara Sebuah Perspektif Perbandingan,

dalam Taufik Abdullah dan Sharan Shiddiqi, Kebangkitan Islam di Asia Tenggara, (Jakarta:

LP3ES, 1989)

Abdullah, Taufik, Islam dan Masyarakat, (Jakarta: LP3ES, 1987)

Azra, Azyumardi, Jaringan ulama Timur Tengah, Kepulauan Nusantara Abad XII dan XVIII, Melacak

Akar-Akar Pembaharuan Pemikiran Islam di Indonesia (Bandung : Mizan, 1995)

Azra, Azyumardi,Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII&XVIII: Akar Pembaruan

Islam Indonesia (Jakarta:Kencana, 2004)

Anwar, H. Rosihan, Perkisahan Nusa: Masa 1973-1986, (Jakarta: Pustaka Gratifipers, 1986)

Adan, Gazali Abbas, Win-win Solution Penyelesaian Aceh, dalam Musni Umar (ed),,

Cangara, Hafied, Komunikasi Politik: konsep, teori, dan strategi (Jakarta: Rajawali Press, 2009)

Daudy, Ahmad,Allah dan Manusia dalam konsepsi Syeikh Nuruddin Ar-Raniry. (Jakarta : Rajawali Pers, 1983)

Hasan, Usman, Konflik Aceh yang Multidimensional dan Penyelesaiannya Secara Damai, dalam Musni

Umar (ed), Aceh Win-win Solution.

Ibrahim, Muslim, Rekonstruksi Peran Ulama Aceh Masa Depan, dalam Fairus M. Nur Ibr, (ed.),Syari'at di

Wilayah Syari'at : Pernik-Pernik Islam di Nanggroe Aceh Darussalam, (Provinsi Nanggroe Aceh

Darussalam : Dinas Syari'at Islam, 2002)

Johan, A. H. "Islam in Southeast Asia : Reflectionalnd New Directionisi Indonesia", (Cornet Modern

Indonesia Project, 1975)

Ma'arif, Ahmad Syafi'I, Drama di Tanah Rencong: Dosa Kolektif, Dalam Abdul Wachid B.S., Fikar W.

Eda, dan lian Sahar (eds.), Aceh Mendesah Dalam Nafasku: Bunga Rampai Menyemai Bumi

Tumpah Darah, (Banda Aceh: Penerbit kaSUHA, 1991)

MPU Prov. NAD, Kumpulan Fatwa-fatwa Majlis Ulama Daerah Istimewa Aceh, (Banda Aceh : MPU Prov.

NAD, 2004)

Syamsuddin, Nazaruddin, Pemberontakan Kaum Republik: Kasus Darul Islam Aceh (Jakarta: Pustaka

Utama Grafiti, 1990)

Sudibyo, Agus, Realitas Aceh dan Realitas Media, dalam Kompas, 11 Juni 2003.

Soedarsono dan Arif Rusli, Sejarah Hasan Tiro dan GAM, dalam Forum Keadilan, 25 Januari 1999.

Tobing, Marulli, Jejak Lahirnya Konflik Aceh-GAM, dalam Kompas, 14 januari 2000.

Zuhri, Saifuddin, Sejarah Kebangkitan Islam dan Perkembangan Islam di Indonesia, (Bandung: Alma'arif)

Zainuddin, H.M., Tarich Atjeh dan Nusantara, (Medan: Iskandar Muda, 1961)

Republika, 13 November 2003.

Jony Lumintang, Republika, 21 November 2000

Downloads

Issue

Section

Articles