KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA DALAM PROSES PERNIKAHAN (Studi Komparasi Adat Aceh Utara dan Adat Aceh Besar)
DOI:
https://doi.org/10.37064/ab.jki.v2i1.2959Abstract
Abstract: This study aims to find out how the similarities and differences of communication between theculture of the people of North Aceh and Aceh Besar in the process of marriage, what are the barriers ofcommunication and communication implications between the culture of Aceh Utara and Aceh Besar. Themethodology used in this research is qualitative with descriptive approach. Data collection techniquesthrough, interviews, observation and documentation. The results of the study found that the customs andculture of Acehnese marriage have similarities and differences, similar to the existing customs in AcehUtara ranging from introductions, family deliberation, marriage, weddings, ngunduh mantu, fresh flour,while the customs in Aceh Besar ranging from introduction , marriage, marriage, weddings, ngunduhmantu, fresh flour. Differences, such as henna, in the customs of North Aceh there is no such tradition,large Aceh still use it. In Aceh there is no customary tradition to bring betel, in Aceh Utara is still very thickwith the custom.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persamaan dan perbedaan komunikasi antar budayamasyarakat Aceh Utara dan Aceh Besar dalam proses pernikahan, apa hambatan-hambatan komunikasiserta implikasi komunikasi antar budaya masyarakat Aceh Utara dan Adat Aceh Besar. Metodologi dalampenelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui,wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil Penelitian ditemukan bahwa adat dan budaya pernikahanmasyarakat Aceh ada sisi kesamaan dan perbedaan, kesamaanya seperti adat yang ada di Aceh Utaramulai daricah roet (perkenalan),meduk wali (musyawarah keluarga), menikah, preh linto baroe (pestapernikahan), preh dara baroe (ngunduh mantu),peusijuek (teupung tawar), sedangkan adat di AcehBesar mulai daricah roet (perkenalan),jak lakee (meminang),menikah, preh linto baroe (pesta pernikahan),preh dara baroe (ngunduh mantu),peusijuek (tepung tawar). Perbedaannya, sepertiboh gaca (berinai),dalam adat Aceh Utara tidak ada tradisi tersebut, Aceh besar masih menggunakannya.Ba ranub (meminang)di Aceh besar tidak ada adatba ranub, di Aceh Utara masih sangat kental dengan adat tersebut.References
Daftar Pustaka
Ahmad, Zakaria,Sekitar Kerajaan Aceh (Medan: Manora, 1992)
Ahmad, Kamaruzzaman Bustamam,Acehnologi (Banda Aceh: Bandar Publishing, 2012)
Aceh, Aboe Bakar"Aceh Dalam Lintasan Sejarah", Makalah dipresentasikan pada Seminar Pekan Kebudayaan
Aceh ke II (Banda Aceh: t.p, 1972)
Arby, Cut Intan Elly,Tata Rias dan Upacara Perkawinan Aceh (Jakarta: Yayasan Meukuta Alam, 1989)
Effendy, Onong Uchjana,Dinamika Komunikasi (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004)
Fiske, John,Pengantar Ilmu Komunikasi (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2012)
Ghazalba, Sidi,Batas Kebudayaan dan Agama (Jakarta: Tinta Mas, 1973)
Hardjana, Agus M.Komunikasi Intrapersonal& Komunikasi Interpersona (Yogyakarta: Kanisius, 2003)
Hasjmy, Ali,Peranan Agama dalam Perang Aceh dan Perjuangan Kemerdekaan Indonesia (Banda Aceh:
Sinar Darussalam, No.68, 1989)
----, Kesenian Aceh Bersumber pada Ajaran Islam (Makalah pada Forum University Kebangsaan
Malaysia, Agustus 1995)
Humondor, Alex H.Dkk,Komunikasi Antar Budaya (Jakarta: Pusat penerbitan Universitas terbuka, 2001)
Hanafie, Sri Rahaju Djatimurti Rita,Ilmu Sosial Budaya Dasar (Yogyakarta: Ed, I CV Andi Offset, 2016)
Ilahi, Wahyu,Komunikasi Dakwah (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013)
Ismail, Ilyas, & Prio Hotman,Filsafat Dakwah: Rekayasa Membangun Agama dan Peradaban Islam (Jakarta
: Kencana, 2011)
John, Stephen W. Little dan Karen A Foss,Teori Komunikasi (Jakarta: Salemba Humanika, 2009)
Jamil, M. Yunus,Tawarikh Raja-Raja Kerajaan Aceh (Banda Aceh: Ajdam Kodam Iskandar Muda, 1986)
Koentjaraningrat, Pengantar Ilmu Antropologi (Jakarta: Aksara Baru, 1974)
Krech, David,Individual In Society (Univercity Of California, 1882)
Liliweri, Alo,Makna Budaya Dalam Komunikasi Antar budaya, cet I (Yogyakarta: LkiS, 2003)
Morrisan,Teori Komunikasi Individu Hingga Massa (Jakarta: Kharisma Putra Utama, 2013)
Martin, Judith dan Thomas K. Nakayama.Intercultural Communication in Contexts (New York: Mc Graw
Hill International, 2007)
Muhammad, Arni,Komunikasi Organisasi ( Jakarta: Bumi Aksara, 2002)
Maran, Rafael Raga, Manusia dan Kebudayaan dalam Perspektif Ilmu Budaya Dasar (Jakarta: Rineka
Cipta, 2000)
Purwasito, Andik,Komunikasi Multikultural (Surakarta: Muhammadiyah University Press, 2003)
Riswandi,Ilmu Komunikasi (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2009)
Rijal, Samsul, Dinamika Pemikiran Islam di Aceh; Mendedah Toleransi, Kearifan Lokal dan Kehidupan
Sosial di Aceh (Banda Aceh: Badan Arsip dan Perpustakaan Aceh, 2011)
Syafaq, Hammis, Bid'ah Dalam Praktek Keagamaan Masyarakat Islam Tradisional (Jakarta: Al Maarif,
Sufi, Rusdi,Aneka Budaya Aceh (Banda Aceh: Badan Perpustakaan Aceh, 2004)
Sulaiman, Darwis A.Kompilasi Adat Aceh (Bandung: Pusat Studi Melayu Aceh,2011)
Sendjaja, S. Djuarsaet, al,Teori Komunikasi (Jakarta: Universitas Terbuka, cetakan pertama, 1994)
Soekanto, Soerjono,Sosiologi: Suatu Pengantar (Jakarta: Raja Grapindo Persada, ed.1, cet. 44, 2012)
.Tubb, Stewert LHumman Communication:Prinsip-prinsip Dasar (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001)
Wati, Erni Budi,Islam Sasak (Yogyakarta: LKiS, 2000)