ANALISIS KURIKULUM 2013 DITINJAU DARI ASPEK NILAI KARAKTER BANGSA

Authors

  • Kunperdana Kunperdana

DOI:

https://doi.org/10.30821/benchmarking.v2i2.6927

Keywords:

Analisis Kurikulum 2013, Nilai Karakter Bangsa

Abstract

Pendidikan nasional masih mengalami kesulitan dalam menghasilkan lulusan yangberkualitas, terampil, dan kreatif yang dapat berfungsi sebagai sumber penggerak diberbagai bidang pembangunan. Dan output hasil pendidikan sering menjadi bebanpemerintah untuk memenuhi kebutuhan mereka untuk pelayanan sosial,ketenagakerjaan, subsidi, dan sejenisnya. Mereka lulus dan muncul sebagai warganegara baru yang tidak mampu menawarkan solusi, melainkan sumber masalah danmasyarakat kecemasan. Salah satu sumber masalah dalam pendidikan masih lemahpendidikan yang dapat menumbuhkan nilai-nilai penting kemanusiaan. Dimana saatini telah terjadi pemisahan antara "pendidikan intelektual" dengan "nilaipendidikan". Dikotomi ini menunjukkan kekerdilan pikiran, karena nilai moral yangtidak berbeda dengan dimensi intelektual, tetapi merupakan dasar bagipertumbuhan intelektual. Hal ini diperlukan untuk pelaksanaan kurikulum yangdidasarkan pada peningkatan pendidikan karakter berbasis kompetensi selain itudalam proses pelaksanaan harus sesuai dengan bagaimana menerapkan pendidikankarakter. Dalam hal ini kurikulum dinilai adalah kurikulum 2013. Kata kunci:pendidikan karakter, kurikulum 2013, nilai pendidikan

References

Ace suryadi (2014). Pendidikan indonesia menuju 2025, Outlook: permasalahan,

tantangan dan alternatif kebijakan". Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Lickona T (1992). Educating For Character, How Our Schools Can Teach Respect

And Responsibility. New york: Bantam Books.

Lampiran IV Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nomor 81A Tahun 2013 Tentang Implementasi Kurikulum Pedoman Umum

Pembelajaran. Pusat Kurikulum (2010). "Pengembangan dan pendidikan

budaya dan karakter bangsa: pedoman sekolah (hal 9-10)". Jakarta.

Downloads

Published

2018-02-19