PERAN AGAMA DALAM KESEHATAN MENTAL

Authors

  • Askolan Lubis Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.30821/ihya.v2i2.497

Abstract

Abstrak: Praktek ajaran agama, selain bisa memberikan terapi yang bersifat kuratif, dia juga memiliki aspek preventif terhadap gangguan jiwa atau mental. Adanya perintah Allah untuk memelihara ukhuwah, saling memenuhi kebutuhan, saling merasakan penderitaan dan kesenangan orang lain akan menjaga kemungkinan terjadinya gangguan mental. Pada dasarnya, tujuan agama adalah menentukan seseorang untuk menerima kenyataan hidup yang sudah diatur oleh Allah.

References

Arif Wibisono Adi, Hubungan Antara Keteraturan Menjalankan Shalat dengan Kecemasan Pada Para Siswa Kelas III Muhammadiyah Magelang, Yogyakarta : UGM, 1985

Cott, A. Fasting as a Way of Life, New York: Bantam Boock, 1975

Jamaludin Ancok, "Agama dan Psikologi", IAIN SUKA: ,Jurnal Tarbiyah,1998

Mustafa Fahmi, Kesehatan Jiwa dalam Keluarga, Sekolah dan Masyarakat, Jakarta: Bulan Bintang, 1977

Al-Maragi, Tafsir al-Maragi, Beirut: Dar al-Syarq, 1972

Najati, M. Al-Quran dan Ilmu Jiwa, Bandung: Pustaka, 1985

Al-Qordowi, Yusuf, Al-Iman wa al-Hayah, Mesir, Wahbah, 1978

Al-Qurtubi, Tafsir al-Qurtubi, Beirut: Dar al-Sya'bi, tt.

Sa'id bin ‘Ali al-Qohtoni, al-‘Ilaj bi al-Ruqiy, Jeddah: Maktabah Aulad, 2012

Siti Meichati, Kesehatan Mental, Yogyakarta: Psikologi UGM, 1983

Zakiah Daradjat, Peranan Agama dalam Kesehatan Mental, Jakarta, Agung, 1988

Zakiah Daradjat, Islam dan Kesehatan Mental, Jakarta, al-Husna, 1983

Downloads

Published

2016-11-29

Issue

Section

Articles