Kepribadian Pendidik Muslim dalam Persfektif Filsafat
DOI:
https://doi.org/10.30821/ihya.v5i2.7172Abstract
Abstrak: Tulisan ini menjelaskan tentang kepribadian yang harus dimiliki oleh seorang pendidik yang Muslim. Metode yang digunakan adalah analisis data dari beberapa referensi. Dengan hasil kajian bahwa pendidikan Islami, pendidik adalah orang orang yang bertugas mengingatkan dan meneguhkan kembali perjanjian suci (syahadah) yang pernah diikrarkan manusia di hadapan Tuhannya. Untuk melakukan tugas itu, maka pendidik haruslah seorang yang memiliki al-‘ilm wa al-adab, yang dengan al-‘ilm dan adab tersebut ia mampu mengantarkan dirinya pada syahadah terhadap Tuhan, sehingga ia layak menempati posisi sebagai pemelihara dan pembimbing manusia untuk mengingatkan dan meneguhkan kembali perjanjian atau syahadah primordialnya terhadap Allah Swt.References
Al-Ghazali, Imam, Tahafut Al-Falasifah, Bandung: Penerbit Marja, cet.4, ed. Revisi, 2016.
Al Rasyidin, Falsafah Pendidikan Islami, terj. Ahmad Maimun, Bandung: Citapustaka Media Perintis, cet.1, 2008.
Al Rasyidin, Percikan Pemikiran Pendidikan, Bandung: Citapustaka Media Perintis, cet.1, 2009.
Al-Syaibany, Omar Mohammad Al-Thoumi, Falsafah Pendidikan Islam, Jakarta: Bulan Bintang, cet.1, 1979.
Alqur'anul Karim Alfatih, Jakarta: PT. Insan Media Pustaka.
Assegaf, Abd. Rahman, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, cet.1, 2011.
Syarkawi, Pembentukan Kepribadian Anak, Jakarta: PT. Bumi Aksara, cet.3, 2009.
Tafsir, Ahmad, Filsafat Pendidikan Islami, Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, cet.4, 2010.
Uno, Hamzah B. Profesi Kependidikan, Jakarta: PT. Bumi Aksara, cet.9, 2012.
Usman Najati, Muhammad, Alquran dan Psikologi, Terj. Ade Asnawi Syihabuddin, Jakarta: Aras Pustaka, cet.4, 2005.
Downloads
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Ihya journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. MIQOT journal Open Access articles are distributed under this CC BY SA.