Komunitas Baca Dalam Menyebar Virus Literasi "Perpustakaan Jalanan DIY"
DOI:
https://doi.org/10.30829/iqra.v14i1.6350Kata Kunci:
komunitas, literasiAbstrak
Kegiatan membaca merupakan suatu tradisi dan aktivitas bagi orang yang menginginkan pengetahuan yang lebih mendalam, memiliki rasa optimis untuk suatu kesuksesan baik dalam pendidikan, bisnis, pemerintahan dan aktivitas sosial kemasyarakatan. Berbagai komunitas literasi memiliki keunikan sendiri dalam menyebarkan semangat literasi seperti mengadakan lapak atau lesehan bacaan berupa buku, majalah, artikel-artikel, dan beberapa koleksi novel dan komik untuk anak-anak, remaja maupun dewasa. Dalam tulisan ini lebih memfokuskan bagaimana aktivitas dari komunitas tersebut berjalan dan mempengaruhi masyarakat dalam peningkatan literasi. Kajian dilakukan pada komunitas literasi Perpustakaan Jalanan DIY dimana komunitas ini merupakan suatu kesatuan antara anggotanya yang memiliki semangat untuk menyebar literasi, dengan identitas terhadap penyatuan visi yang samaReferensi
Andri yanto, Saleha Rodiah dan Elnovani Lusiana, Model Aktiitas Gerakan Literasi BerbasisKomunitas di Sududt Baca Soreang. Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan: Unpad. vol.2, no.1, 2016.
Anggadhitya, R., & Dinar, A. Relawan Bidik Celah: Cerita Seru Sudut Baca Soreang. Soreang: SBS Publishing, 2014.
Billy Antora, Gerakan Literasi Sekolah: dari pucuk hingga akar sebuah refleksi. Jakarta: Kemendikbud, 2017.
Hartono, dasar-dasar Manajemen Perpustakaan dari Masa ke Masa. Malang: UIN Maliki Press, 2015.
Indonesia. Kemendikbut, Panduan Gerakan Literasi Nasional. Jakarta: Kemendikbut, 2017.
Indonesia, Pelaksanaan Undang-undang 43 Tahun 2007 Teantang perpustakaan.
Koentjaraningrat, Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta, 2009.
Muhsin Kalida, Fundraising Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Yogyakarta: Aswaja dan Cakruk Publising, 2012.
-----------, TBM PKBM: Model dan Strategi Pengembangannya. Yogyakarta: Cakruk Pulishing.Kalida, 2014