Analisis Kadar Residu Pestisida Sebelum dan Sesudah Perlakuan Pencucian Menggunakan Citrus Aurantifoliia pada Lactuca Sativa L
DOI:
https://doi.org/10.30829/jumantik.v6i2.8103Abstract
Residu pestisida adalah sisa pestisida, termasuk hasil perubahannya yang terdapat pada atau dalam jaringan manusia, hewan, tumbuhan, air, udara atau tanah. Masih terdapatnya kasus nilai residu pestisida yang melebihi Batas Maksimum Residu (BMR) yang telah ditetapkan, seperti pada penelitian yang dilakukan oleh Alen (2015) mendapatkan hasil nilai residu profenofos pada selada melebihi nilai ambang batas. Desa Sempajaya merupakan distributor yang paling banyak memasarkan selada, dikarenakan kebanyakan penduduk Desa Sempajaya menanam selada pada lahan pertanian mereka. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai residu pestisida pada selada sebelum dilakukan pencucian dan sesudah dilakukan pencucian menggunakan asam jeruk nipis. Jenis penelitian adalah deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah selada dari Desa Sempa Jaya, Pasar Induk Medan, dan dari penjual Burger di Jalan Dr. Mansyur. Sampel diambil dengan menggunakan purposive sampling, dengan mengambil sebanyak 1 sampel dari desa Sempa Jaya, 1 sampel selada dari pedagang sayur selada yang ada di pasar induk dan 1 sampel selada yang berasal dari penjual burger di jalan Dr.Mansyur. Data penelitian diolah secara deskriptif dengan melihat persentase yang telah terkumpul disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Semua sampel yang diuji dengan bahan aktif difenoconazole setelah dicuci mengalami rata-rata penurunan sebanyak 29,05%. Hanya satu sampel yang terdeteksi terkandung bahan aktif fention yang mengalami penurunan residu sebanyak 86,15%. Saran untuk Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian terkait agar selalu melakukan pemeriksaan terhadap hasil panen sebelum dipasarkan dan juga memberikan sosialisasi/ penyuluhan dan kepada masyarakat hendaknya lebih teliti dalam memilih sayuran serta melakukan pencucian pada selada sebelum dikonsumsi, sehingga apabila terdapat residu pestisida dapat berkurang nilai residunya agar aman untuk dikonsumsi.Downloads
Published
2021-06-23
Issue
Section
Articles
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License CC-BY-SA that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.