TOTEMISASI KEARIFAN LOKAL PADA MASYARAKAT LAMPUNG DALAM MENGHADAPI KONFLIK SOSIAL

Authors

  • Mutia Ainun Nabila UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Munawar Ahmad UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Riski Mayang Sari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Riko Firdaus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Hanifatunnisa Hanifatunnisa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.51900/ssr.v7i2.21422

Keywords:

Kearifan Lokal, Resolusi Konflik, Identitas

Abstract

Kearifan lokal telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Kearifan lokal mencakup nilai-nilai, norma, dan kebiasaan yang tumbuh dan berkembang dalam suatu masyarakat. Lampung merupakan salah satu provinsi yang mulitikultural, dengan beragam kearifan lokal didalamnya. Masyarakat yang multikultural sangat rentan sekali terjadi konflik. Dalam menghadapi konflik, kearifan lokal kerap kali digunakan sebagai resolusi permasalahan secara damai. Beberapa bentuk kearifan lokal yang ada di Lampung dapat dijadikan sebagai bentuk preventif konflik sosial ataupun keagamaan yang timbul pada masyarakat Lampung baik ulun Lampung (masyarakat asli) maupun pendatang diantaranya yaitu piil pesenggiri, ippun aneg, serta semboyan masyarakat Lampung Sai Bumi Ruwa Jurai. Beberapa bentuk kearifan lokal tersebut mengandung makna yang baik namun pada kenyataannya provinsi lampung yang multikultural masih sering terjadi konflik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dari berbagai sumber terkait kearifan lokal dan resolusi konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal masyarakat Lampung tidak mampu digunakan untuk meminimalisir terjadinya konflik di Lampung dikarenakan disfungsi yang terjadi pada masyarakat Lampung.

References

Amirrachman, Alpha. (2007). Relvitalisasi Kelarifan Lokal: Stuldi Relsolulsi Konflik di Kalimantan Barat, Malulkul dan Poso. Jakarta: ICIP.

Astri, Helrlina. (2011). "Pelnyellelsaian Konflik Sosial Mellaluli Pelngulatan Kelarifan Lokal" Aspirasi Vol 2 No 2.

https://kelbuldayaan.kelmdikbuld.go.id/lampulng-sai-bulmi-rulwa-julrai/ diaksels pada 25/11/2023 pulkull 17:27.Sriyanto, Aguls. (2007). "Pelnyellelsangan Konflik Belrbasis Buldaya Lokal," Ibda': Julrnal Stuldi Islam dan Buldaya. Vol 5, No 2

Minandar, Camellia Arni. (2019). "Aktulalisasi Piil Pelselnggiri Selbagai Falsafah Hidulp Mahasiswa Lampulng Di Tanah Rantaul". Sosieltas Vol 8, No 2Rulslan, Idruls. (2018). "Dimelnsi Kelarifan Lokal Masyarakat Lampulng Selbagai Meldia Relsolulsi Konflik". Kalam Vol 12 No 1: 105-126.

M Kasim, Fajri dan Abidin Nulrdin. (2016). "Relsolulsi Konflik Belrbasis Kelarifan Lokal Di Acelh: Stuldi Telntang Elksistelnsi Dan Pelran Lelmbaga Adat Dalam Melmbanguln Pelrdamaian Di Kota Lhokselulmawel". Ilmul Ulshullulddin Vol 3 No 1: 101-118.

Saelpuldin, Aselp. (2017). "Modell Pelndidikan Belrbasis Kelarifan Lokal Dalam Ulpaya Prelvelntif Konflik Di Yogyakarta". Yogyakarta: LPPM UlPN Veltelran Yogyakarta

Salim, Lulthfi. (2023). "Kelarifan Lokal Selbagai Modal Sosial Ulluln Lampulng". Relsiprokal Vol 5 No 1.

Savickas, Alfonsas, (1980). Thel Concelpt of SYMBOL in thel Psychology of C.G.Julng. Innsbrulck: Relsch Velrlack

Sulwardi, M Rulhly Kelsulma Dinata. (2021). "Pelncelgahan Konflik Masyarakat Lokal Delngan Pelndatang Belrdasarkan Prinsip Nelmuli Nyimah Pada Masyarakat Lampulng Nyulnyai". Masalah-Masalah Hulkulm jilid 50 no 1: 1-16.

Thayelr, Joselph Helnry. (1981). A Grelelk Elnglish Lelxicon of thel Nelw Telstelmelnt, Michigan: Zondelrvan Pulblishing Houlsel.

Zarkasi, Ahmad. (2014). Islam Dan Buldaya Lampulng (Aktulalisasi Nilai-Nilai Buldaya Lokal. Lampulng: Aulra Pulslishing

Downloads

Published

2024-12-27

Issue

Section

Articles