MEMBANGUN BINA DAMAI MELALUI SISTEM KEKERABATAN (DALIHAN NA TOLU DAN RAKUT SITELU) DI KABANJAHE KABUPATEN TANAH KARO
DOI:
https://doi.org/10.51900/ssr.v1i2.6479Abstract
AbstrakKeragaman orang di Indonesia, yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, ras dan budaya, adalah salah satu keunikan untuk bangsa ini. Begitu juga dengan kerukunan masyarakat yang didukung oleh sistem kekerabatan dalam bentuk nilai atau norma yang terkandung dalam agama dan budaya yang nantinya akan mampu membangun perdamaian dan menjaga kerukunan dalam kehidupan beragama. Penelitian kualitatif antropologis ini bertujuan untuk mengungkap kehidupan orang-orang yang secara budaya penting dapat dilihat sebagai perilaku keagamaan dalam kehidupan orang Batak di Kabanjahe yang terkait dengan pembangunan perdamaian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal digunakan sebagai alat pemersatu, harmonisasi di tengah pluralitas masyarakat karo multikultural.Kata kunci: Bina Damai, Sistem Kekerabatan; Dalihan na tolu dan Rakut SiteluAbstractThe diversity of people in Indonesia, which consists of various kinds of tribes, religions, races and cultures, is unique for this nation. Likewise with the harmony of the community which is supported by a kinship system in the form of values or norms contained in religion and culture which will later be able to build up peace and maintain harmony in religious life. This anthropological qualitative study aims to reveal the lives of people who are culturally essential can be seen as religious behavior in the lives of Batak people in Kabanjahe associated with peace-building. The research findings show that local wisdom is used as a unifying tool, harmonization in the midst of a plurality of multicultural karo societies.Keywords: Dalihan na tolu, Kinship System; Peace Building, Rakut SiteluReferences
Abdullah, M. Amin,"Rekonstruksi Metodologi Studi Agama dalam Masyarakat Multikultural dan Multirelijius" dalam M. Amin Abdullah, dkk., (ed.), Antologi Studi Islam: Teori dan Metodologi, Yogyakarta: Sunan Kalijaga Press, 2000.
Abdullah, Taufik, Sejarah Lokal di Indonesia, Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 1990.
Abu-Nimer, Mohammad, Nirkekerasan dan Bina-Damai dalam Islam, Teori dan Praktik, terj. Rizal Panggabean & Ihsan Ali-Fauzi, Jakarta: alvabet & yayasan wakaf Paramadina, 2010.
Aritonang, S. Jan, dkk., Beberapa Pemikiran Menuju Dalihan Natolu, Jakarta: Dian Utama, 2006.
Doangsa, Dalihan Natolu sistem Sosial Kemasyarakatn Batak Toba, Jakarta : KERABAT, 2007.
Elmirzana, Syafa'atun, Pluralisme, Konflik dan Perdamaian; Studi Bersama Antar Iman, Yogyakarta: Interfide, 2002.
Galtung, Johan, Studi Perdamaian: Perdamaian dan Konflik, Pembangunanan Peradaban, terj. Asnawi dan Safruddin, Surabaya: Pustaka Eureka, 2003.
Geertz, Clifford, Kebudayaan dan Agama, Yogyakarta: Kanisius, 1992.
Ginting, M. Ukur, Adat Karo Sirulo; Tuntuunan Praktis Adat Istiadat Karo, Medan: Lembaga Persada Karo, 2012.
Hidayah, Irfatul, Agama dan Budaya Lokal: Peran Agama dalam Proses Marginalisasi Budaya Lokal, dalam jurnal Religi volume 2, Nomor 03, 2003.
Nasution, Farizal, Jejak Sejarah dan Budaya Karo, Medan: MITRA, 2012.
Pedersen, Batak Blood and Protestant Soul, The Development of National Batak Churches in North Sumatra, Michigan: William B. Eerdmans Publishing Company, 1970.
R. Stark dan C.Y. Glock, Dimensi-dimensi Keberagamaan dalam Agama; dalam Analisa dan Interpretasi Sosiologis, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1993.
Zada, Khamami, dkk., Prakarsa Perdamaian, Pengalaman dari Berbagai Konflik Sosial , Jakarta: PP Lakpesdam NU, 2008.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree with the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
- This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.