PENGGUNAAN GELAR KHALIFAH PADA TAREKAT NAQSABANDIYAH DI KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN
DOI:
https://doi.org/10.30829/jisa.v7i2.22001Kata Kunci:
Tarekat Naqsyabandiyah Babussalam, Kepemimpinan Spritual, Otorisasi, Labuhanbatu Selatan.Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan gelar khalifah dalam konteks Tarekat Naqsabandiyah Babussalam di Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif Kualitatif yang bermaksud untuk Memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian seperti perilaku, persepsi, Motivasi, tindakan dan lain-lain secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa serta elalui wawancara mendalam dengan para khalifah, mursyid, dan anggota tarekat, penelitian ini mengungkap bahwa gelar Khalifah tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga berfungsi sebagai simbol kepemimpinan dan otoritas dalam komunitas. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa penggunaan gelar ini dipengaruhi oleh faktor sejarah, sosial, dan budaya lokal, serta dinamika hubungan antara tarekat dengan masyarakat luas.Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika sosial keagamaan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, khususnya dalam konteks perkembangan tarekat dan penggunaan gelar keagamaan.Referensi
Alivia, R. (2022). Strategi Komunikasi Persuasif Syekh Zikmal Fuad dalam Mengembangkan Ajaran Tarekat Naqsyabandiyah di Babussalam Kabupaten Langkat Sumatera Utara (Bachelor‟s thesis, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).
ALKUSYAIRI, M. K. (2023). KONSEP KHALIFAH DAN‟ABD. EDUKASI: Jurnal Pendidikan dan Keguruan, 3(2), 67-83.
Amin, S., & Siregar, F. M. (2015). Pemimpin dan Kepemimpinan dalam al-Qur‟an. Tanzil: Jurnal Studi Al-Quran, 1(1), 33-46.
Faruq,Ihsanul.Naqshbandi Sufism in Indonesia:A Study of Myastical Experience and Social Order.Routledge,2012.
Furqon, F. (2021). Peran Manusia di Bumi Sebagai Khalifah Dalam Perubahan Sosial. An Naba, 4(1), 1-13.
Ginting, R. H. R. B., & Setiawan, H. R. (2022). Implementasi Pembelajaran Fiqih Dengan Menggunakan Metode Demonstrasi Di Betong Junior Khalifah School. ANSIRU PAI: Pengembangan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam, 6(2), 151-159.
Kurniawan, A. (2018). Aktualisasi Nilai Khalifah Dalam Al-Quran. Jurnal Al-Dirayah, 1(1), 51-56.
Lubis, R., Sinulingga, A. A., Andriani, A. U., Lubis, M. R., & Putri, A. A. (2023).
Majid, A. (2020). Sosiologi Agama; Menyelami Pemahaman Berbagai Masyarakat Beragama. Forum Intelektual al-Qur‟an dan Hadits Asia Tenggara (SEARFIQH).
Mardliyah, W., Sunardi, S., & Agung, L. (2018). Peran Manusia Sebagai Khalifah Allah di Muka Bumi: Perspektif Ekologis dalam Ajaran Islam. Jurnal Penelitian, 12(2), 355378.
Nasution,S.(2021). TAREKAT SEBAGAI MEDIA DAKWAH(Stufi terhadap metode dakwah syekh abdul wahab rokan). An-Nadwah,27(2),34-51.
Qodim,H.(2022).Suluk Sebagai Metode Pengendalian Emosi bagi tarekat Naqsabandiyah.Intizae,28(1),51-59.
Simanjuntak, H. S. (2022). Aktualisasi Ajaran Tarekat Naqsyabandiyah Babussalam Terhadap Perubahan Sosial di Desa Bunut (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara).
Zahar,Muhammad Syafi,I Nohd.The Naqshbandi Order in the Malay World:A Historical and Theological Study.Unoversiti Kebangsaan Malaysia Press,2017.
Madani, A. B. (2017). Dakwah dan Perubahan Sosial: Studi Terhadap Peran Manusia Sebagai Khalifah di Muka Bumi. LENTERA: Jurnal Ilmu Dakwah Dan Komunikasi, 1(01).
Nurika, B. W. (2017). Nilai-Nilai Sosial Pada Pengamal Tarekat Naqsyabandiyah Desa Tawang Rejo Wonodadi Blitar. Spiritualita, 1(1), 19-28.
Abdullah, F. (2018). Spiritualitas Sosial Tarekat Naqsabandiyah: Kajian terhadap Prinsip Khalwat Dar Anjuman. Tsaqafah, 14(2), 223-240.
Tanjung, I. U. (2018). Studi Komparative Pendirian Negara Khilafah Di Indonesia. Jurnal Penelitian Medan Agama.