MEKANISME BERTAHAN HIDUP (SURVIVAL MECHANISM) MASYARAKAT BANTARAN SUNGAI RUNGAN KELURAHAN PETUK KATIMPUN
DOI:
https://doi.org/10.30829/jisa.v7i2.22112Kata Kunci:
Survival Mechanism, Asset Capital, Fishermen, Livelihood StrategyAbstrak
AbstrakPenelitian ini mengkaji penghidupan nelayan di Kelurahan Petuk Katimpun yang dihadapkan dengan masalah ekologis, ekonomi dan bencana banjir. Bagi masyarakat Petuk Katimpun sungai menjadi ruang hidup yang tidak bisa terlepas dalam menunjang berbagai kebutuhan dan aktivitas penghidupan mereka. Tersedianya sumber daya alam di daerah aliran sungai dimanfaatkan untuk mempertahankan kehidupan agar berkelanjutan, namun demikian masyarakat yang tinggal di bantaran sungai Rungan cenderung memiliki masalah yang kompleks terutama terhadap bencana dan kerusakan ekologi lingkungan sungai yang menggangu sistem nafkah masyarakatnya. Oleh karenanya nelayan diharuskan mampu beradaptasi dan melakukan cara-cara tertentu agar tetap survive dalam kebelangsungan hidup mereka. Masyarakat Petuk Katimpun memanfaatkan sungai Rungan untuk menangkap ikan, mencari rotan, dan melakukan penambangan emas. Selain itu, sungai Rungan dijadikan akses menuju danau dan hutan rawa untuk menangkap ikan menggunakan perahu. Penelitian ini mengadopsi teori mekanisme bertahan hidup (survival mechanism) yang dikemukan oleh Scoot untuk menganalisa strategi penghidupan nelayan di Petuk Katimpun di tengah situasi lingkungan dan pendapatan yang tidak menentu. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa strategi yang dilakukan nelayan Petuk Katimpun ialah pertama, mengikat sabuk lebih kencang yakni berhemat namun tidak mengurangi porsi dan mutu makanan dan menabung disaat pendapatan besar. Kedua, diversifikasi pekerjaan (alternatif subsistensi) dengan melakukan pekerjaan yang beragam untuk meningkatkan pendapatan, pekerjaan yang dilakukan nelayan seperti mencari rotan sedangkan istri nelayan menjadi penjual ikan hasil tangkapan suaminya. Ketiga, dengan memanfaatkan jaringan sosial seperti kerabat, kenalan ataupun tetangga untuk mendapatkan akses terhadap sumber daya tertentu seperti bantuan atau informasi daerah tangkap ikan, selain itu para istri nelayan juga membentuk kelompok arisan.Referensi
Anif, M., Martono, E., & Subejo. (2019). Optimalisasi Pemanfaatan Bantaran Sungai Anak Brantas dalam Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan di Sidoarjo. Islamic Management and Empowerment Journal, 1(1), 1-20. https://doi.org/10.18326/imej.v1i1.1-20
Atem, A., & Niko, N. (2020). Persoalan Kerawanan Pangan pada Masyarakat Miskin di Wilayah Perbatasan Entikong (Indonesia-Malaysia) Kalimantan Barat. Jurnal Surya Masyarakat, 2(2), 94-104. https://doi.org/10.26714/jsm.2.1.2019.94-104
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Palangka Raya. (2024). Laporan Update Kejadian Pusat Pengendalian Operasi-Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Palangka Raya (pp. 1-9). https://ppid.palangkaraya.go.id/front/dokumen/download/500316140
Batubara, M. Z., Atem, A., & Anam, M. S. (2023). Eksistensi Horja Mandailing di Era Globalisasi. Cenderawasih: Jurnal Antropologi Papua, 4(1), 13-20. https://doi.org/10.31947/ jap.v4i1.3329
Batubara, M. Z., & Fila, D. L. De. (2023). Poken Bante: a Tradition of the Mandailing Community in Welcoming Eid Al-Fitr. Analisa: Journal of Social Science and Religion, 8(2), 171-186. https://doi.org/10.18784/analisa.v8i2.2105
Batubara, M. Z., Rahmah, N., Simbolon, W., Agustina, T., & Hasanuddin. (2023). Alam Sumber Kehidupan: Melirik Kehidupan Masyarakat Petuk Katimpun di Pinggiran Sungai Rungan. Seikat: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, Dan Hukum, 2(2), 175-181. https://doi.org/10.55681/seikat.v2i2.488
BPS, K. P. R. (2024). Kecamatan Jekan Raya dalam Angka 2024.
Cahyani, R. A., & Handoyo, P. (2024). Strategi Bertahan Hidup Petani Penggarap Sawah ( Studi Desa Simo ,Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun). Paradima, 13(1), 31-40.
Darmanto, D., & Sudarmadji. (2013). Pengelolaan Sungai Berbasis Masyarakat Lokal Daerah Lereng Selatan Gunung Merapi. Jurnal Manusia Dan Lingkungan, 20(2), 229-239. https://doi.org/10.22146/jml.18490
Dayanti, F., & Harianto, S. (2022). Strategi Bertahan Hidup Pedagang Kaki Lima Rantau Pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Pedagang Kaki Lima Etnis Madura di Kota Surabaya). Prosiding Seminar Nasional Ilmu Ilmu Sosial (SNIIS), 1, 164-173.
Evrawaty, R., Gumiri, S., & Veronica, E. (2020). Dinamika Hasil Tangkapan Jenis - Jenis Ikan gGabus ( Genus Channa ) di Kota Palangka Raya. Journal of Environment and Management, 2(1), 26-34.
Khoiri, M. A., & Chamankhah, L. (2021). Survival Mechanism of the Shia Community Post- Shia-Sunni Sampang Conflict in 2012. Al-Mada: Jurnal Agama Sosisal Dan Budaya, 4(2), 240-251.
Kospa, H. S. D., & Rahmadi, R. (2019). Pengaruh Perilaku Masyarakat Terhadap Kualitas Air di Sungai Sekanak Kota Palembang. Jurnal Ilmu Lingkungan, 17(2), 212-221. https://doi.org/10.14710/jil.17.2.212-221
Kristina, P., Saputra, E., Marbun, R., Situmeang, M., Ucok, U., Sianturi, H., Hutauruk, R., Tinambunan, T., Purba, W., Sinurat, D. S., Siagian, N., Mulyadi, A. R., Marbun, W. M., Lumbantoruan, E. H., & Rahayuningsih, S. E. A. (2024). Pemberdayaan Sumber Daya Alam di Bidang Perikanan sebagai Mata Pencaharian Masyarakat Kelurahan Petuk Katimpun. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(5), 883-888. https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v9i5.6175
Pangkan. B. (2021). Banjir Palangkaraya, Petuk Katimpun Banjir Akibat Luapan Sungai Rungan. Retrieved November 10, 2024, from kalteng.tribunnews.com website: https://kalteng.tribunnews.com/2021/11/18/banjir-palangkaraya-petuk-katimpun-banjir-akibat-luapan-sungai-rungan
Rahayu, P., Adelina, F., Kamal, S., Nurramadan, W., & Hadi, C. (2018). Mekanisme Bertahan Hidup (Survival Mechanism) Komunitas Percatu Tulungagung. May, 1-10. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.28580.17285
Riyanti, N., Satia, M. R., & Azhari, M. (2020). Analisis Pengelolaan Sumber Daya Alam Sebagai Sumber Pendapatan Ekonomi Masyarakat Lokal di Sempadan Sungai Rungan Kota Palangka Raya. Pencerah Publik, 7(2), 11-24. https://doi.org/10.33084/pencerah.v7i2.1797
Susanti, A., & Sabariman, H. (2022). Farmer Survival Mechanism During the Pandemic: a Case Study of the Tengger Tribal Community, East Java. Jurnal Sosiologi Reflektif, 17(1), 261-278. https://doi.org/10.14421/jsr.v17i1.2483
Susilo, R. K. D. (2014). Sosiologi Lingkungan. PT Grafindo Persada.
Widen, K., Batubara, M. Z., Atem, A., Anam, M. S., Irawansyah, I., & Suprayitno, S. (2024). Local Wisdom-Based Tourism Development Model Through Exploration of Dayak Culture at the Isen Mulang Cultural Festival in Central Kalimantan, Indonesia. Pakistan Journal of Life and Social Sciences, 22(2), 8448-8461. https://doi.org/10.57239/PJLSS-2024-22.2.00637 RESEARCH
Yulian, B. E., Dharmawan, A. H., Soetarto, E., & Pacheco, P. (2017). Dilema Nafkah Rumah Tangga Pedesaan Sekitar Perkebunan Kelapa Sawit di Kalimantan Timur. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 5(3), 242-249. https://doi.org/10.22500/sodality.v5i3.19398