POLA KOMUNIKASI ANTAR BATAK MUSLIM DAN BATAK KRISTIANI DALAM MENINGKATKAN HARMONISASI BERAGAMADI KABUPATEN ASAHAN
DOI:
https://doi.org/10.30829/jisa.v2i2.6407Kata Kunci:
Komunikasi, Batak Muslim, Batak Kristiani, HarmonisasiAbstrak
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola komunikasi antar etnis batak Muslim dan Kristiani dalam meningkatkan harmonisasi beragama di Kabupaten Asahan , hambatan hambatan yang ditemukan oleh etnis batak Muslim dan Kristiani dalam meningkatkan harmonisasi beragama di Kabupaten Asahan, langkah langkah yang dilakukan oleh etnis batak Muslim dan batak Kritiani dalam meningkatkan harmonisasi beragama di Kabupaten Asaha, implikasi komunikasi etnis Batak Muslin dan Kristiani dalam meningkatkan harmonisasi beragama di Kabupaten Asahan. Penelitian ini dilaksanakan Kabupaten Asahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu Wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola komunikasi antar batak Muslim dengan batak Kristiani di Kabupaten Asahan untuk meningkatkan harmonisasi beragama dengan baik adalah dengan pola komunikasi interpersonal, pola komunikasi dialogis, pola komunikasi publik, pola komunikasi organisasi, Hambatan hambatan yang terjadi antar suku batak Muslim dan batak Kristiani di Kabupaten Asahan yaitu meningkatnya konsertvatisme keagamaan panatisme yang berlebihan pada pemeluk agama yang menimbulkan tidak ada ruang untuk menerima agama lain untuk hidup berdampingan, langkah langkah yang dilakukan oleh suku batak Muslim dan batak Kristiani yaitu saling menghormati dan menghargai sesame pemeluk agama, menumbuhkan komunikasi dan kesadaran rukun dan toleran antar batak Muslim dan batak Kristiani melalui pendidikan, sikap saling menghargai hak antar batak Muslim dan batak Kristiani dalam menjalani kehidupan beragama sehari hari, berfikir positif, sering melakukan dialog antar batak Muslim dan batak Kristiani, Implikasi komunikasi antar batak Muslim dan Batak Kristiani dalam meningkatkan harmonisasi beragama adalah saling menjalin keakraban, saling bekerja sama antar satu dengan yang lain, dan tidak adalagi upaya Kristenisasi dan IslamisasiReferensi
Abdullah, HM.Amin. 1999. Relevansi Studi Agama di Era Pluralisme Agama, dalam Muhammad Sabri, Keberagamaan Yang Saling Menyapa, Perspektif Filsafat Perenial. Yogyakarta:Ittaqa Press
Agus. 2001. Teori dan Paradigma penelitian Sosial Agus Salim.Yogyakarta: Tiara Wacana
Alwi, Hasan. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi.II. Jakarta: Balai Pustaka
Arifin, Anwar. 1984. Strategi Komunikasi: Suatu Pengantar Ringkas. Bandung: Armico
Azra, Azyumardi. 1991. Bingkai Teologi Kerukunan: Perspektif Islam Dalam Konteks Berdialog Di Indonesia: Pengalaman Islam. Jakarta: Paramadina
Banawiratma J. 1993. Bersama Saudara-Saudari Beriman Lain. dalam Eka
Berner, Eric. 1964. Games People Play. Landon: Cambridge Univercity Press
Burhan, Bungin. 2001. MetodologiPenelitian Sosial, Format-format kuantitatif dan Kualitatif. Surabaya: Airlangga University Press
Cangara, Havied. 2002. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Cassata, Mary B dan Mollefi Kasante. 1979. Communication Principel and Practices.
Darmaputra, Dialog: Kritik dan Identitas Agama Yogyakarta: Dian/Interfidei
Daymon, Cristin, dan Holloway, Immy. 2008. Metode-metode Riset Kualitatif dalam Public Relations dan Marketing Communication. Yogyakarta: Bentang
Depag RI. 1997. Bingkai Teologi Kerukunan Hidup Umat Beragama Di Indonesia. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Agama Proyek Peningkatan Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
Efendi, Onong Uchjana. 1997. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung: remaja Rosdakarya
Gozali, Abdurrahim. 1988. Agama dan Kearifan dalam Masyarakat. Bandung: Pustaka hidayah
Harjana, Andre. 1993. Perbandingan Pola Strategi Komunikasi Penunjang Proses Industrialisasi. Jurnal ISKI: Oktober
Hendropuspito. 2000. Sosiologi Agama. Yogyakarta; Kanisius
Hidayat, Komaruddin. 1998. Agama dan Wacana Agama dalam Dialog Bebas Konflik. Bandung: Pustaka Hidayah, cet. I
Joseph, Devito. 1997. Komunikasi Antar Manusia: Kuliah Dasar. Jakarta: Profesional Books
Liliweri, Alo. 1991. Komunikasi Antar Pribadi. Bandung: PT. Citra Aditya Bhakti
Lubis M. Ridwan. 2013. Sosiologi Agama. Jakarta: Remadja Rosdakarya
Mas'ud, Abd Rahman Dan A. Salim Rohana. 2012. Kompilasi Kebijakan Dan Peraturan Perundang-Undangan Kerukunan Umat Beragama. Jakarta: Puslitbang Kehidupan Keagamaan Kementerian Agama RI
Moleong J. Lexy. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remadja Rosdakarya
Muhadjir, Noeng. 1989. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Gramedia Media Utama
Mulyana, Deddy. 2005. Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktik. Jakarta: Remadja Rosdakarya
Newcomb. 1985. Psikologi Sosial. Bandung: Diponogoro, 1985
A. Oberschall. 1978. Theories of Social Conflict. Annual Review of Sociology. Vol. 4
Rahman, Fazhur. 1984. Islam Terjemahan Ahsin Muhammad. Bandung: Pustaka
Ritzer, George. 2011. Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda. Jakarta: Rajawali Pres
Rudito, Bambang dan Melia Famiola. 2008. Social Mapping (Metode Pemetaan Sosial): Teknik Memahami Suatu Masyarakat atau Komuniti. Bandung: Rekayasa Sains
Sabri Muhammad. 1999. Keberagamaan Yang Saling Menyapa. Perspektif Filsafat Perenial. Yogyakarta: Ittaqa Press
Scharf, Betty R.. 2004. Sosiologi Agama. Jakarta; Prenada Media
Sihab, Alwi. 2009. Islam Insklup Terbuka dalam Bergama. Bandung: Mizan Cet,1
__________. 1991. Memahami Peran Komunikasi Massa Dalam Masyarakat Bandung: Citra Aditya Bakti
Tubbs, Stewart L Moss. 2005. Human Communication: diterjemahkan oleh Sylvia dalam Konteks-Konteks Komunikasi,. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Wiraman, IB. 2013. Teori Sosial dalam Tiga Paradigma. Jakarta: Kencana Media Group
Wiryanto. 2005. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia