Pemberdayaan Masyarakat sebagai Strategi Resolusi Konflik Sosial
DOI:
https://doi.org/10.37064/jpm.v8i1.7139Keywords:
Pemberdayaan Masyarakat, Resolusi Konflik SosialAbstract
Pengelolaan konflik dalam tata kelola pemangku kepentingan (stakeholders) merupakan salah satu instrument penting yang menjamin keberlanjutan organisasi. Dalam konteks Pertamina Refinery Unit II Production Sungai Pakning sebagai salah satu perusahaan pengolahan minyak dan gas yang beroperasi di wilayah Bukit Batu, Bengkalis, Riau dengan karakteristik masyarakat pedesaan, pengelolaan konflik sosial menjadi krusial karena tidak hanya untuk menjaga kehandalan operasional pengolahan minyak dan gas namun juga keberlanjutan perusahaan baik dari sisi sosial, ekonomi dan lingkungan. Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan dalam kerangka tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) atau yang lebih dikenal denganCorporate Social Responsibility (CSR) merupakan salah satu strategi dalam resolusi dan mitigasi konflik sosial. Keberadaan program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh perusahaan kepada masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional dijalankan secara partisipatif mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan dan evaluasi sehingga mampu melibatkan peran aktif pemangku kepentingan, terutama masyarakat. Hasilnya, selama pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat dari tahun 2017 sampai dengan 2018, tidak hanya mampu meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat namun juga kecenderungan menurunnya jumlah kasus dan konflik sosial dengan masyarakat. Selain itu, pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang partisipatif juga mampu menjadi upaya mitigatif untuk mengelola hubungan dengan masyarakat dan pemangku kepentingan sebelum berakhir menjadi konflik sosial. Dampaknya secara keberlanjutan, hubungan sosial antara perusahaan dan masyarakat terbina dengan baik, kesejahteraan ekonomi masyarakat binaan meningkat, serta kualitas lingkungan hidup meningkat berkat adanya program pemberdayaan masyarakat.References
Fauzan, F., Purwanto, W., Widhagdha, M. F., & Pakpahan, D. P. (2017). Pemetaan Kawasan Rawan Karlahut Berbasis Sistem Informasi Geografi dan Partisipasi Masyarakat di Bukit Batu. dalam Prosiding Seminar Nasional Geografi: Peran Geografi dalam Pengelolaan Sumberdaya Wilayah NKRI di Era Teknologi (pp. 895-905).
Hidayat, R., & Widhagdha, M. F. (2017). Peran Modal Sosial dalam Pemberdayaan Masyarakat Studi Kasus Pembinaan UMKM oleh PT Pertamina RU II Sungai Pakning).
Widhagdha, M. F. (n.d.). Role of Capital Social Bonding, Bridging and Linking in Community Empowerment (Case Study of CSR Partner PT Pertamina RU II Sungai Pakning).
Widhagdha, M. F. (2018). Role of Social Capital in Community Empowerment (Case Study of CSR Partner PT Pertamina RU II Sungai Pakning).
Widhagdha, M. F. (2019). Relasi Sosial dalam Praktik CSR. (H. I. Wahyuni & M. Sulhan, Eds.). Surakarta: Arjuna Wijaya.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.