Kelompok Kerja Sosial Kolaboratif Dalam Menyelenggarakan Pendidikan Kesetaraan (Studi pada Program Lantera Bumi oleh Pemuda Penggerak Tasikmalaya di Kampung Galumpit, Setiawargi, Kota Tasikmalaya)
DOI:
https://doi.org/10.37064/jpm.v13i2.27185Abstrak
Abstrak: Permasalahan keterbatasan pendidikan bagi masyarakat Desa Galumpit mendorong munculnya inisiatif komunitas Penggerak Muda Tasikmalaya (Pager Asik) untuk menyelenggarakan kesetaraan pendidikan secara kolaboratif sehingga menarik untuk diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelompok kerja sosial kolaboratif dalam menyelenggarakan kesetaraan pendidikan melalui program Lantera Bumi oleh Gerakan Pemuda Tasikmalaya di Desa Galumpit, Setiawargi, Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian kelompok kerja sosial kolaboratif dalam menyelenggarakan pendidikan kesetaraan melalui program Lantera Bumi oleh Gerakan Pemuda Tasikmalaya di Desa Galumpit, Setiawargi, Kota Tasikmalaya yaitu a) Engagement, intract, contract, pendekatan awal Pager Asik, penyamaan visi untuk membuat kontrak kerjasama dengan PKBM Al-Fattah, Desa Setiawargi, dan Karang Taruna; b) Asesmen, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat Desa Galumpit melalui transect walk dan diskusi warga berbasis MPA; c) Perencanaan, meliputi sosialisasi paket sekolah, pendataan warga belajar, penentuan jadwal & tempat belajar, perekrutan tutor sukarela, dan pembagian peran antar pihak terkait; d) Intervensi, kegiatan pembelajaran, dan pelatihan komputer; e) Monitoring dan Evaluasi, pemantauan dan evaluasi berkala setahun sekali; f) Terminasi, belum dilakukan oleh Pager Asik karena dirasa masyarakat belum mandiri. Kesimpulannya, kelompok kerja sosial kolaboratif yang dipimpin oleh komunitas pemuda yang berkolaborasi dengan berbagai pihak mampu menciptakan sistem kesetaraan pendidikan yang partisipatif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan lokal . Kata kunci: kerja kelompok sosial, kolaboratif, penggerak pemuda, kesetaraan pendidikan Abstrak: Masalah batasan pendidikan bagi masyarakat Kampung Galumpit mendorong munculnya inisiatif komunitas Pemuda Penggerak Tasikmalaya (Pager Asik) untuk menyelenggarakan kesetaraan pendidikan secara kolaboratif sehingga menarik untuk diteliti. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kelompok kerja sosial kolaboratif dalam menyelenggarakan kesetaraan pendidikan melalui program Lantera Bumi oleh Pemuda Penggerak Tasikmalaya di Kampung Galumpit, Setiawargi, Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian mengenai kelompok kerja sosial kolaboratif dalam menyelenggarakan pendidikan kesetaraan melalui program Lantera Bumi oleh Pemuda Penggerak Tasikmalaya di Kampung Galumpit, Setiawargi, Kota Tasikmalaya yaitu a) Engagement, intract, contract, Pager Asik pendekatan awal, penyamaan visi hingga melakukan kontrak kerja sama dengan PKBM Al-Fattah, Kelurahan Setiawargi, dan Karang Taruna; b) Pengkajian, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat Kampung Galumpit melalui transect walk dan rembug warga berbasis MPA; c) Perencanaan, meliputi sosialisasi paket sekolah, pendataan warga belajar, penentuan jadwal & tempat belajar, pendanaan tutor relawan dan pembagian peran antar pihak yang terlibat; d) Intervensi, kegiatan pembelajaran dan pelatihan komputer; e) Monitoring dan Evaluasi, pemantauan secara rutin dan monev setiap satu tahun sekali; f) Terminasi, belum dilakukan oleh Pager Asik karena dirasa masyarakat belum mandiri. Simpulannya yaitu kelompok kerja sosial kolaboratif yang dipimpin oleh komunitas pemuda yang berkolaborasi dengan berbagai pihak mampu menciptakan sistem kesetaraan pendidikan yang partisipatif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan lokal.Kata kunci: kelompok kerja sosial, kolaboratif, pemuda penggerak, kesetaraan pendidikanUnduhan
File Tambahan
Diterbitkan
2025-12-24
Terbitan
Bagian
Articles
Lisensi
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.