- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
SARANA DAN PRASARANA SEBAGAI PENUNJANG KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
DOI:
https://doi.org/10.30829/al-irsyad.v11i1.9329Abstract
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sarana dan prasarana sebagai penunjang kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah menengah kejuruan. Keberhasilan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah salah satunya apabila ditunjang dengan fasilitas sarana dan prasarana yang memadai. Penelitian ini merupakan penelitian survei. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket semi terbuka. Subjek penelitiannya adalah dua sekolah menengah kejuruan negeri yang ada di kota Padang. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) kedua sekolah telah miliki ruang kerja bimbingan dan konseling, (2) memiliki ruang administrasi/ruang data, (3) memiliki ruang konseling individu yang memadai, (4) memiliki ruang bimbingan dan konseling kelompok yang bagus, (5) satu sekolah memiliki area tampilan kepustakaan yang memadai, dan satu sekolah lagi belum memiliki area tampilan kepustakaan. Guru bimbingan dan konseling diharapkan dapat memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada untuk mewujudkan tujuan bimbingan dan konseling secara optimal. Keywords: Sarana dan prasarana, kegiatan bimbingan dan konseling.References
Bafadal, I. (2011). Jakarta: Bumi Aksara. Pengelola Perpustakaan Sekolah.
Bhakti, C. P. (2018). Ketersediaan Sarana Dan Prasarana Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah Menengah Di Kabupaten Gunungkidul. JP (Jurnal Pendidikan): Teori dan Praktik, 2(2), 100-104.
BK, B., & HAFID, D. H. (2007). Rambu-Rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal.
Dianlestari, E. (2017). Persepsi Siswa Tentang Pelayanan Bk Ditinjau Dari Pelaksanaan, Sarana Prasarana, Kompetensi Kepribadian Guru Bk Di Kelas Xii Sma Negeri Se-Kabupaten Semarang. Universitas Negeri Semarang.
Fatchurahman, M. (2018). Problematik Pelaksanaan Konseling Individual. Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman, 3(2), 25-30.
Ifdil, I., & Ardi, Z. (2013). Konseling online sebagai salah satu bentuk pelayanan e-konseling. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 1(1), 15-22.
Indrawan, I. (2015). Pengantar manajemen sarana dan prasarana sekolah: Deepublish.
Pendidikan, M., & Indonesia, K. R. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 111 Tahun 2014 Tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Tahun 2014: Jakarta.
Siregar, I. A. (2019). Pemanfaatan Sarana Dan Prasarana Bimbingan Dan Konseling Sesuai Dengan Standar Pendidikan. Al-Mursyid: Jurnal Ikatan Alumni Bimbingan dan Konseling Islam (IKABKI), 1(1).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms: