PERANAN SYEKH H. ABDUL HALIM HASAN DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI KOTA BINJAI PADA TAHUN 1927 - 1969
DOI:
https://doi.org/10.47006/er.v2i4.4074Abstract
Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk menjelaskan dan menganalisis kondisi sosial, keagamaan dan intelektualKota Binjai pada abad ke 20. (2) Aktivitas Syekh H. Abdul Halim Hasan dalam bidang pendidikanIslam. (3) Faktor pendukung dan penghambat perjuangan Syekh H. Abdul Halim Hasan dalam pengembanganpendidikan Islam di kota Binjai. (4) Relevansi warisan perjuangan Syekh H. Abdul Halim Hasanterhadap pendidikan di kota Binjai saat ini. Penelitian ini adalah penelitian studi tokoh dengan metodesejarah dan pendekatan sejarah sosial. Adapun tiga indikator yang akan dikaji yaitu; Pertama, integritastokoh tersebut. Kedua, karya-karya monumental. Ketiga, kontribusi dalam bentuk pikiran. Adapunprosedur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mencakup empat langkah, yakni heuristik, kritiksumber, analisis/ interpretasi, serta historiografi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kondisi sosial Binjaisecara sosiologis, berkembang menjadi daerah kosmopolit dengan keberagaman warga kotanya, secarakultural mempunyai penduduk dengan kelompok etnik (Jawa, Aceh, Minang, Karo, Toba, Mandailing,Melayu dan lain-lain) dan religius (Islam, Katolik, Protestan, Hindu, dan Budha). Kondisi keagamaandi Binjai ditandai dengan lahirnya sebuah madrasah yang bernama Madrasah Jam'iyatul Khairiyah.Kondisi intelektual di Binjai tumbuh seiring dengan lahirnya Arabiyah School. (2) Aktivitas AbdulHalim Hasan di Kota Binjai mengajar dengan mengintegrasikan ilmu-ilmu agama dengan ilmu-ilmusains. (3) Faktor pendukung pendidikan di Kota Binjai, pertama, semangat dan keseriusan para saudagarIslam yang ada di Binjai dalam mensupport dana. Kedua, dukungan dari Sultan Langkat dalam bentukwakaf sebidang tanah. Ketiga, sumber daya manusia yang mumpuni dan memadai serta ahli dibidangnya.Keempat, mata pelajaran yang diajarkan pada madrasah Sementara faktor penghambat yaitu kecurigaanpemerintah Kolonial Belanda terhadap keberadaan madrasah (4) Pemikiran dan upayaAbdul HalimHasan tentang pendidikan Islam dari kelembagaan, menggagas perubahan nama madrasah dariJam'iyatul Khairiyah dengan Arabiyah School. Dari segi manajemen, memiliki gagasan agar gurumengajar sesuai dengan keahlian dan pendanaan di Arabiyah School dilakukan dengan swadayamasyarakat dan iuran secara gotong royong melalui zakat, infaq, dan sedekah.Kata Kunci: Peranan, Abdul Halim Hasan, Pengembangan Pendidikan Islam, BinjaiReferences
Daftar Pustaka
Haidar Putra Daulay,Historisitas dan Eksistensi Pesantren Sekolah dan Madrasah, (Yogyakarta: Tiara Wacana
Yogya, 2001),
Haidar Putra Daulay,Dinamika Pendidikan Islam di Asia Tenggara, (Jakarta: Rineka Cipta, 2009)
Haidar Putra Daulay,Sejarah Pertumbuhan dan Pembaruan Pendidikan Islam di Indonesia, (Binjai: Kencana,
Haidar Putra Daulay,Kapita Selekta Pendidikan Islam di Indonesia, (Medan: Perdana Mulya Sarana, 2012)
A Hasymy, ed.,Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Indonesia, cet. iii (t.t.p.: Al-Ma'arif, 1993)
Hasan Asari,Menyingkap Zaman Keemasan Islam, ed. Revisi, (Bandung: Citapustaka Media, 2007).
Abd. Mukti,Konstruksi Pendidikan Islam; Belajar Dari Kejayaan Madrasah Nizamiyah Dinasti Saljuq, Cet. I
Bandung: Citapustaka Media, 2007). Buku ini merupakan Disertasi Prof. Dr. Abd. Mukti, MA
pada Program Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Abd. Mukti,Sejarah Sosial Pendidikan
Islam pada Masa Dinasti Salju>q; Sebuah Studi Tentang Madrasah Nizamiyah 1058-1157
(Yogyakarta: Disertasi PPS IAIN Yogyakarta, 2000)
A. Teeuw,Indonesia dalam Kegelisahan dan Keberaksaraan (Jakarta: Pustaka Jaya, 1994)
Mulyanto Sumardi,Sejarah Singkat Pendidikan Islam di Indonesia 1945-1975 (Jakarta: Dharma Bhakti,
Suprayitno,Sejarah Kota Binjai; Sebuah Tinjauan Singkat Menuju ke Arah Penulisan Sejarah Kota (Binjai:
Makalah tidak diterbitkan, 2015)
M. Yusuf Pasaribu,Sejarah Kereta Api Tempo Dulu di Sumatera Utara (Medan: t.p., 2011)
Tengku Luckman Sinar Basarshah II,Perang Sunggal (1872-1895 ) (Medan: t.p., 1996)
Azhari Akmal Tarigan, "Syekh H.Abdul Halim Hasan (1901-1969); Moderatisme dalam Pemikiran Hukum
Islam", dalam Syekh H. Abdul Halim Hasan,Tafsir Al-Ahkam, Ed. 1, cet. 1, (Jakarta: Kencana
Persada, 2006)
Syahrin Harahap,Al-Qurán and Sekularitaas (Yogyakarta: Tiara Wacana, 1994)
Komaruddin Hidayat,"Pengantar" dalam Ismatu Ropi, Kusmana (Ed.), Belajar Islam di Timur Tengah (Jakarta:
Departemen Agama RI, 2010)
Maksum Muchtar, "Kajian Islam Haramain: Pengalaman di Makkah", dalam dalam Ismatu Ropi, Kusmana
(Ed.),Belajar Islam di Timur Tengah (Jakarta: Departemen Agama RI, 2010)
Murodi,Sejarah Kebudayaan Islam (Semarang: Karya Toha Putra, tt)
Ahmad Syaukani,Perkembangan Pemikiran Modern di Dunia Islam, Cet.2 (Bandung: Pustaka Setia, 2001)
Ahmad Mansur Suryanegara,Api Sejarah (Bandung: Salamadani, Jilid I, 2009)
Azyumardi Azra, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII ;
Akar Pembaruan Islam Indonesia, Edisi Revisi.Cet.III (Jakarta; Kencana Prenada Media
Group, 2007)
Basyral Hamidy Harahap, "Syekh H. Abdul Halim Hasan dan Perubahan Sosial", diedit oleh Azhari
Akmal Tarigan dan Agus Khair dalam Syekh H. Abdul Halim Hasan, Tafsir Al-Ahkam,
cet. 1 (Jakarta: Kencana Prenada Media, 2006)
IAIN Sumatera Utara, Sejarah Ulama-ulama Terkemuka di Sumatera Utara, digandakan kembali
oleh Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara, (Medan: t.p., 1983)
Taufik Abdullah, School and Politics: The Kaum Muda Movement in West Sumatra" (1927-1933),
(Ithaca: Cornell Modern Indonesia Project, 1971)
Abdullah Syah, "Sambutan" dalam Syekh H. Abdul Halim Hasan, Tafsir Al-Ahkam, cet. 1 (Jakarta:
Kencana Prenada Media, 2006)
Syekh H. Abdul Halim Hasan, Tafsir Al-Ahkam, cet. 1 (Jakarta: Kencana Prenada Media, 2006).
Abdul Halim Hasan,Adab Kesopanan Islam, cet. 1 (Medan: Al Ichwan, 1382/1962)
Syekh H. Abdul Halim Hasan, Tafsir Al-Ahkam, cet. 1 (Jakarta: Kencana Prenada Media, 2006).
Hamka, et.al., Sinar Memantjar dari Mesjid, (Medan: Al Ichwan, t.t.).