IMPLEMENTASI PENILAIAN AUTENTIK PADA KURIKULUM 2013 DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI KELAS X MA NEGERI 1 MEDAN
DOI:
https://doi.org/10.47006/er.v1i1.868Abstrak
Abstract:This study aims to describe in depth the implementation of authentic assessment on thecurriculum 2013 in learning Akidah Akhlak in class X MA Negeri 1 Medan. With details to describehow the implementation of authentic assessment of the competence of knowledge, attitudes, andskills in learning Akidah Akhlak, barriers that occur when implementing it, and what efforts aremade to overcome these obstacles. This research uses qualitative descriptive approach and casestudy, data obtained from two sources, namely primary data source and secondary data source.Using data collection techniques in the form of interviews, observation and documentation study.Using data analysis techniques in the form of data reduction, categorization, synthetation, and arrangework hypothesis. And use the technique of guaranteeing data validity in the form of threetriangulation, that is triangulation of data, triangulation of theory, and triangulation of method.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Implementasi penilaian autentik kompetensi pengetahuanpada Kurikulum 2013 dalam pembelajaran Akidah Akhlak di kelas X MA Negeri 1 Medan dilaksanakandengan dua teknik penilaian, yaitu teknik penilaian tertulis dan non tertulis. Penilaian tertulis yangdigunakan berupa pilihan berganda dan uraian yang diberikan pada waktu ulangan. Sedangkanpenilaian non tertulis yang digunakan berupa tes lisan. 2) Implementasi penilaian autentik kompetensisikap menggunakan teknik penilaian diri yang dibuat dalam bentuk daftar cek dengan skala likertberupa Sangat Setuju, Setuju, Netral, Tidak Setuju, dan Sangat Tidak Setuju. 3) Implementasi penilaianautentik kompetensi keterampilan menggunakan teknik penilaian kinerja berupa drama yang rubriknyadibuat dalam bentuk daftar centang. 4) Hambatan yang terjadi ketika mengimplementasikan penilaianautentik, meliputi: ketidakmampuan guru dalam menguasai teknologi, jumlah siswa yang terlalubanyak di setiap kelas, keterbatasan sarana dan prasarana, keterbatasan dan ketersediaan waktu,dan kesulitan dalam melaksanakan penilaian autentik. 5) Upaya yang dilakukan dalam mengatasihambatan tersebut, meliputi: mengikuti sosialisasi mengenai penilaian autentik, memanfaatkan waktuyang tersedia, dan melengkapi sarana dan prasarana sendiri.Kata Kunci: Pembelajaran Akidah Akhlak, Penilaian Autentik, Kurikulum 2013Referensi
DAFTAR PUSTAKA
Abidin, Yunus. Revitalisasi Penilaian Pembelajaran: dalam Konteks Pendidikan Multiliterasi Abad ke-
, Bandung: Refika Aditama, 2016
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, "Elemen Perubahan Kurikulum 2013", dalam PPT 1.2
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan
Mutu Pendidikan
Kunandar, Penilaian Autentik (Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan Kurikulum 2013):
Suatu Pendekatan Praktis, Jakarta: Rajawali Pers, 2014
Majid, Abdul. Penilaian Autentik: Proses dan Hasil Belajar, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2015
Ngadip, "Konsep dan Jenis Penilaian Autentik (Authentic Assesment)," dalam E- Jurnal Dinas Pendidikan
Kota Surabaya, vol. I
Salinan Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 66
Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan
__________________. Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum bagian Karakteristik
Penilaian.
Sani, Ridwan Abdullah. Pembelajaran Saintifik untuk Implementasi Kurikulum 2013, Jakarta: Bumi Aksara, 2014
Sudjana, Nana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010
Supardi, Penilaian Autentik Pembelajaran Afektif, Kognitif, dan Psikomotor: Konsep dan Aplikasi,
Jakarta: Rajawali Pers, 2015
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
Y. E. Siswono, Tatang. "Penilaian Autentik dalam Pembelajaran Kontekstual," dalam Matematika
dan Pembelajarannya, vol. VIII, no. 22-25, Juli 2002
Video kurikulum 2013 yang disiarkan oleh Education Channel dalam program TV E-Magazine