IMPLEMENTASI PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS): STUDI KASUS DI PUSKESMAS CIPUTAT
DOI:
https://doi.org/10.30829/jumantik.v5i1.5732Abstrak
Telah terjadi transisi epidemiologi bahwa trend kasus penyakit menular kini beralih menjadi penyakit tidak menular. BPJS dan fasilitas kesehatan tingkat pertama (Puskesmas) bekerja sama untuk mereduksi faktor risiko Penyakit Tidak Menular dengan adanya PROLANIS, namun tetap saja angka kejadian Penyakit Tidak Menular cenderung terus meningkat. Peneliti bertujuan untuk mengkaji implementasi PROLANIS di Wilayah Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan. Informan kunci pada penelitian ini adalah penanggungjawab program dan pelaksana program. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah konten analysis. Penelitian ini juga ditriangulasi untuk mencegah bias. Hasil penelitian ini adalah belum adanya pelatihan manajemen khusus prolanis bagi petugas seperti sistem surveilans, tidak ada indikator keberhasilan program yang terukur secara subtantif di Puskesmas Ciputat seperti baik dari program penyuluhan (peningkatan pengetahuan), senam dan ukuran epidemiologi penyakit seperti fatality dan morbidity, belum ada SOP pelaporan dan FKTP swasta tidak ada kesadaran untuk melaporkan data ke puskesmas. Peneliti menyarankan untuk mengadakan pelatihan manajemen pengelolaan penyakit kronis, membuat tools untuk mengukur keberhasilan program serta membuat loka karya untuk membahas SOP pelaporan terkhusus dari FKTP swasta ke pemerintah dalam hal ini puskesmas.Kata kunci: implementasi, penyakit, kronisReferensi
DAFTAR PUSTAKA
Assupina, M, Misnaniarti, Rahmiwati A. 2013. Analisis implementasi program pengelolaan penyakit kronis (PROLANIS) pada dokter keluarga PT. ASKES di Kota Palembang tahun 2013. Jurnal ilmu kesehatan masyarakat. Volume 4, Nomor 03
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehtan RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar: Riskesdas 2013. Jakarta : kemenkes RI
Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial BPJS Kesehatan. 2014. Panduan Praktis PROLANIS (Program Pengelolaan Penyakit Kronis). BPJS Kesehatan. Diunduh dari www.depkes.go.id pada tanggal 20 Sepetember 2019 pukul 10.00 WIB
Nur NN. 2016. Faktor Risiko Perilaku Penyakit Tidak Menular Majority. Volume 5. Nomor 2. hal 88-94.
Susanti. 2018. Kualitas pelayanan pengelolaan penyakit kronis (PROLANIS) pasien diabetes militus di Klinik Prima Medika Siduarjo.Jurnal manejerial bisnis Vol. 1. No. 3. Hal 226-239
Utomo, RN. 2019. Input Program pengelolaan penyakit kronis di Puskesmas. Higeia journal of public health research and development. HIGEIA 3 (1) (2019)
Putro G. 2019. Analisis manajemen program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) hipertensi di Klinik Pratama Dinayla Utama 84. Jurnal Manajerial Bisnis. Vol. 2. No. 2
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish with this journal agree to the following terms:- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License CC-BY-SA that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.