Dialog Agama-Agama: Mendewasakan Keberagamaan Dalam Masyarakat Majemuk

Authors

  • Sahdin Sahdin Univeristas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.37064/nadwah.v25i2.7495

Keywords:

dialog, konflik, pluralitas, pluralisme, eksklusif

Abstract

Konflik dan tindak kekerasaan yang mewarnai kehidupan umat beragama beberapa tahun belakangan ini telah mendorong berkembangnya dialog serius secara intensif dan konstruktif. Untuk mencari pemecahan atas segala sikap destruktif banyak tawaran teoritis maupun praktis dikemukakan dan paling keras gemanya adalah upaya menciptakan dialog antarumat beragama. Sudah saatnya umat beragama meninggal kan era monolog untuk beranjak kepada era dialog. Dialog adalah satu pilihan yang logis dan etis dalam upaya melibatkan agama pada berbagai persoalan. Bagaimanapun juga dialog harus dilakukan dalam konteks sekarang dan masa datang dimana pluralitas agama merupakan kenyataan yang tak bisa terbantah kan.

Author Biography

Sahdin Sahdin, Univeristas Islam Negeri Sumatera Utara

Fakultas Dakwah dan Komunikasi

References

Alwi Shihab, Islam Inklusif, 1997, Mizan, Bandung.

A. Mukti Ali, "Ilmu Perbndingan Agama, Dialog, Dakwah dan Misi" dalam buku Ilmu Perbandingan Agama di Indonesia damn Belanda, 1992, INIS, Jakarta.

DC Mulder, "Perkembangan Dialog Antar Agama di dunia Modern, di dalam Abdurrahman Wahid, dkk, 1993, Dialog: Kritik & Identitas Agama. Yogyakarta: Dian Interfidei

Eka Darmaputera (Penyunting), dkk, Konteks Berteologi di Indonesia,1998 BPK Gunung Mulia, Jakarta

Hendropuspito, Sosiologi Agama, 1982, BPK, Jakarta,

Olaf H. Schumann, 2008, Dialog Antarumat Beragama, Jakarta: BPK Gunung Mulia

Stepanus Djuweng, dkk, Kisah dari Kampung halaman: Masyarakat Suku, Agama Resmi dan Pembangunan. 1996, Dian Interfidei, Yokyakarta

YB Mangung Wijaya, dkk, Spiritrualitas Baru: Agama dan Aspirasi Rakyat. 1994, Dian Interfidei, Yokyakarta

Downloads

Published

2020-06-12