AKUNTABILITAS BERBASIS TRANSENDENSI: PENERAPAN SHARIAH ENTERPRISE THEORY PADA LEMBAGA KEUANGAN MIKRO SYARIAH
DOI:
https://doi.org/10.30821/wifi.v5i1.30470Keywords:
Akuntabilitas Transendensi, Shariah Enterprise Theory, Green Microfinance Lembaga Keuangan Mikro Syariah, Kepatuhan Syariah, Etika Ekologis.Abstract
Pengukuran akuntabilitas lembaga keuangan syariah yang mengadopsi akuntansi konvensional cenderung bias karena hanya berorientasi pada pemenuhan aspek materialitas pemilik modal (stockholder). Sebagai entitas yang memikul amanah ganda, Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) membutuhkan rekonstruksi pertanggungjawaban berbasis transendensi agar terhindar dari pergeseran misi (mission drift) komersial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam kualitas implementasi akuntabilitas berbasis transendensi dengan menerapkan kerangka Shariah Enterprise Theory (SET) pada LKMS. Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan kualitatif-evaluatif pada jaringan LKMS (BMT dan BWM) di Sumatera Utara yang dipilih secara purposive sampling. Data dihimpun melalui triangulasi metode yang meliputi studi dokumentasi laporan keuangan dan laporan Dewan Pengawas Syariah (DPS), serta wawancara mendalam bersama informan kunci. Analisis data dioperasionalkan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Temuan menunjukkan bahwa kualitas akuntabilitas berbasis transendensi pada LKMS belum berjalan secara seimbang (mizan) di ketiga dimensinya. LKMS meraih kriteria Sangat Baik pada pilar teosentris-vertikal (Hablan Minallah) melalui kepatuhan syariah orisinal dan pengelolaan ZISWAF, serta pilar horizontal (Hablan Minannas) melalui kesejahteraan karyawan dan proteksi nasabah dhuafa. Namun, pilar akuntabilitas lingkungan (alam semesta) masih kurang optimal (kriteria Cukup Baik) akibat ketiadaan SOP ecological screening pembiayaan serta belum terwujudnya ekosistem eco-office secara menyeluruh. LKMS telah memenuhi akuntabilitas syariat secara formalitas hukum, namun masih mengalami defisit etika ekologis secara substantif, sehingga membutuhkan reorientasi visi tata kelola korporasi yang integratif demi menyelaraskan kemaslahatan ekonomi, sosial, dan alam semesta.References
REFERENSI
Amerieska, S., Irianto, G., & Affandy, D. P. (2012). Akuntabilitas pada Baitul Maal wat Tamwil ditinjau dari perspektif Shari'ate Enterprise Theory. Jurnal Ekonomi & Keuangan Islam, 2(1), 27-39.
Anwar, M. (2026). Green microfinance development: Sharia governance and environmental accountability in Islamic microfinance institutions. Journal of Islamic Financial Studies, 12(1), 45-68.
Apriansyah, R., Noprizal, N., & Ghoni, M. A. (2021). Analisis pelaporan Corporate Social Responsibility perbankan syariah dalam perspektif Sharia Enterprise Theory. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Syariah, 5(2), 112-130.
Aribi, Z. A., Arun, T., & Gao, S. (2019). Accountability in Islamic financial institution: The role of the Shari’ah supervisory board reports. Journal of Islamic Accounting and Business Research, 10(1), 98-114.
Hartanto, A., Nachrowi, N. D., Samputra, P. L., & Huda, N. (2026). Developing a sustainability framework for Islamic banking: A Maqashid Shariah quadruple bottom line approach. International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management, 19(3), 767-802.
Hussain, M. D., & Ahmed, I. (2024). Governance and the double-bottom-line performance of microfinance institutions: Evidence from Bangladesh. Journal of Islamic Accounting and Business Research, 15(2), 367-383.
Khairani, A., & Jannah, L. (2025). Exploring the lived experiences of Muslim micro-entrepreneurs in integrating Sharia values into business practices: An interpretative phenomenological analysis (IPA) in Central Java. Journal of Business, Management, and Accounting, 1(10), 451-462.
Mulawarman, E., Kamayanti, A., & Sadjiarto, A. (2025). Deconstructing the environmental accountability of Islamic microfinance: From anthropocentrism to eco-theocentrism. International Journal of Social Economics, 52(4), 512-534.
Ni’mah, A. (2017). Analisis pelaporan tanggung jawab sosial perusahaan ditinjau dari Sharia Enterprise Theory pada KJKS BMT Bina Ummat Sejahtera Cabang Jatirogo Tuban (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).
Saadah, N., Zakiy, F. S., & Agriyanto, R. (2023). The embodiment of corporate social responsibility in Sharia enterprise theory. Journal of Islamic Economic Laws, 6(1), 30-44.
Saddek, S. (2024). Eco-office implementation and green accounting disclosure in Islamic financial institutions. Middle East Journal of Management, 11(2), 189-210.
Segrado, C. (2005). Case studies on green microfinance: Environmental management in microsector lending. International Journal of Environmental Sustainability, 1(3), 74-92.
Triyuwono, I. (2007). Mengangkat "Sapi Perah" Giduh dari Akuntansi Kapitalis ke Akuntansi Syariah. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 1(1), 1-18.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).